JUBIRTVNEWS.COM – Ancaman bencana di Kabupaten Sukabumi tidak hanya datang dari cuaca ekstrem selama musim hujan. Wilayah pesisir selatan juga menyimpan risiko gempa bumi dan tsunami yang membutuhkan kesiapsiagaan serius, terutama di kawasan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.
Rentetan bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Terlebih, memasuki periode musim hujan, potensi banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah kembali perlu diantisipasi di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan data kejadian bencana yang dihimpun BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat 1.176 kejadian sepanjang 2025. Bencana tersebut meliputi 536 tanah longsor, 360 angin kencang, 235 banjir, 35 pergerakan tanah, dan sembilan gempa bumi.
Di tengah ancaman tersebut, Kecamatan Cisolok menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami di kawasan Pantai Karanghawu, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2026 sekaligus menguji kesiapan masyarakat dan unsur terkait menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.
Camat Cisolok, Okih Fajri, mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir.
“Kami ingin memastikan masyarakat pesisir tidak hanya mengetahui adanya potensi ancaman gempa bumi dan tsunami, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Melalui simulasi ini, kami melatih respons masyarakat, menguji jalur evakuasi, sekaligus memperkuat koordinasi seluruh unsur yang terlibat,” ujar Okih kepada JubirTVNews, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun secara bersama-sama. Pemerintah, petugas, relawan, pelaku usaha, nelayan, hingga masyarakat perlu memahami peran masing-masing dalam situasi darurat.
“Kesiapsiagaan ini harus dibangun bersama. Pemerintah, petugas, relawan, pelaku usaha, nelayan, hingga masyarakat harus memahami perannya masing-masing. Kami berharap simulasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala agar masyarakat semakin siap dan keselamatan jiwa menjadi prioritas,” tambahnya.

Simulasi melibatkan sekitar 250 peserta dari berbagai unsur, di antaranya Pemerintah Kecamatan Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, Forum Koordinasi SAR Daerah, pemerintah desa, Puskesmas Cisolok, PMI, SIBAT, relawan kebencanaan, nelayan, pedagang, pelaku wisata, serta masyarakat.
Sebanyak 50 siswa dan siswi SMP Negeri 1 Cisolok juga dilibatkan untuk mendapatkan pengalaman langsung mengenai langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi dan potensi tsunami.
Dalam skenario latihan, simulasi diawali dengan informasi gempa bumi kuat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi yang berpotensi memicu tsunami. Informasi tersebut diteruskan kepada unsur terkait, kemudian dilanjutkan dengan aktivasi sirene peringatan tsunami dan penyampaian informasi melalui pengeras suara di kawasan pantai.
Peserta kemudian diarahkan meninggalkan kawasan pesisir melalui jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Petugas gabungan membantu proses evakuasi, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan.
Latihan juga mencakup pencarian dan penyelamatan korban oleh Forum Koordinasi SAR Daerah bersama potensi SAR, BPBD, PMI, SIBAT, dan relawan. Sementara itu, tim medis Puskesmas Cisolok dan PMI menyimulasikan pertolongan pertama, triase, hingga evakuasi medis menggunakan ambulans.
Selain menguji sistem peringatan dini dan kecepatan evakuasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melihat kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana kebencanaan, termasuk jalur evakuasi serta titik kumpul di kawasan pesisir.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Cisolok akan mendorong sosialisasi kebencanaan di tingkat desa, berkoordinasi dengan BPBD terkait kesiapan sarana peringatan dini, serta memperkuat kelembagaan relawan dan SIBAT. Simulasi serupa juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala, khususnya di desa-desa yang memiliki wilayah pesisir.












