JUBIRTVNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan adanya fenomena bulan purnama pada 31 Mei 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Fenomena ini berpotensi menyebabkan banjir pesisir (rob).
Dikutip dari unggahan Instagram BMKG @infobmkg, Jumat (29/05/2026), berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi dibeberapa pesisir di Indonesia termasuk pesisir Sukabumi.
Adapun beberapa pesisir yang berpotensi terjadi banjir rob antara lain:
- Pesisir Sumatera Utara
- Pesisir Sumatera Barat
- Pesisir Kepulauan Bangka Belitung
- Pesisir Banten
- Pesisir Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Bali
- Pesisir Nusa Tenggara Barat
- Pesisir Nusa Tenggara Timur
- Pesisir Kalimantan Utara
- Pesisir Kalimantan Timur
- Pesisir Kalimantan Tengah
- Pesisir Kalimantan Barat
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Sulawesi Utara
- Pesisir Maluku
Untuk pesisir Jawa Barat, banjir rob diprakirakan terjadi di wilayah:
– Pesisir Kab. Bekasi dan Kab. Karawang: 27 Mei-5 Juni 2026
– Pesisir Kab. Sukabumi, Kab. Garut, Kab. Cianjur, Kab. Tasikmalaya dan, Kab.Pangandaran: 30 Mei – 4 Juni 2026
– Pesisir Subang, Indramayu, dan Cirebon: 26-27 Mei 2026
BMKG menyebut, potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” tulis BMKG.







