Beranda / Daerah / Ada Fase Bulan Baru, BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 10-16 Oktober 2026

Ada Fase Bulan Baru, BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 10-16 Oktober 2026

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi kembali diminta waspada terhadap potensi banjir rob. Fenomena tersebut diprakirakan terjadi dalam dua periode pada Oktober 2026, yakni 2-4 Oktober dan 10-16 Oktober.

Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah pesisir selatan Jawa Barat yang masuk dalam daftar daerah berpotensi terdampak banjir pesisir atau rob.

Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim melalui unggahan Instagram @bmkgmaritim yang dikutip pada Rabu (7/10/2026).

BMKG menyebut potensi banjir rob kali ini berkaitan dengan fenomena Fase Bulan Baru yang diprakirakan terjadi pada 10 Oktober 2026.

Baca Juga :  Pendaftaran Ketua PK KNPI Palabuhanratu Resmi Dibuka, Ini Skenario Jika Nihil atau Calon Tunggal

“Adanya fenomena Fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” tulis BMKG Maritim.

Kondisi tersebut kemudian berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Untuk wilayah Jawa Barat, potensi banjir rob tidak hanya mengancam pesisir Sukabumi. Sejumlah wilayah pesisir lainnya juga masuk dalam prakiraan BMKG, dengan waktu kejadian yang berbeda-beda.

Potensi rob di Pesisir Subang, Pesisir Indramayu, dan Pesisir Cirebon diprakirakan terjadi pada 4-10 Oktober 2026.

Sementara itu, Pesisir Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang berpotensi mengalami banjir rob pada 2-4 Oktober serta kembali pada 12-18 Oktober 2026.

Baca Juga :  Musim Kemarau Belum Stabil, BMKG Minta Masyarakat hingga Sektor Transportasi Waspada Cuaca Ekstrem

Adapun wilayah pesisir selatan Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran diprakirakan berpotensi terdampak pada 2-4 Oktober dan 10-16 Oktober 2026.

Secara nasional, potensi banjir pesisir juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya Pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Maluku.

BMKG menyebut banjir pesisir secara umum dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir.

Baca Juga :  Benarkah Suhu Dingin Juli Akibat Aphelion? Ini Penjelasan BMKG

“Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” tulis BMKG Maritim.

Masyarakat di kawasan pesisir Sukabumi dan wilayah lainnya yang masuk dalam prakiraan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat periode pasang maksimum air laut.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” lanjut keterangan tersebut.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru