JUBIRTVNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat kesiapsiagaan personel dan mitigasi bencana di tengah masuknya masa pancaroba atau peralihan cuaca pascamusim kemarau.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menegaskan bahwa kesiapan seluruh unsur kebencanaan disinergikan melalui apel bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang disertai pembekalan edukasi serta langkah mitigasi kepada masyarakat.
“Paling tidak apel kesiapsiagaan itu membuktikan bahwa kami insyaallah secara personelnya sudah siap, dan juga sekaligus kemarin personel juga ditanamkan bagaimana caranya mengedukasi masyarakat kaitan dengan memitigasi bencana, meminimalisir kejadian bencana,” ujar Andreas kepada Jubirtvnews.com, Selasa (27/10/2026).
Wabup Andreas mengungkapkan, wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Potensi bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah tersebar hampir di seluruh area kecamatan.
Ia mengingatkan riwayat bencana hidrometeorologi yang pernah menerjang Kabupaten Sukabumi pada akhir 2024, di mana sebanyak 39 kecamatan sempat terdampak secara bersamaan. Oleh karena itu, langkah pencegahan dini dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan kerugian maupun korban jiwa.
Selain mengandalkan kesiapan personel kebencanaan dari BPBD, relawan, dan aparat gabungan, Andreas menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem sekitar.
“Masyarakat juga harus peduli juga terhadap lingkungan,” pungkasnya.













