Beranda / Daerah / Panen Perdana Padi PM AAS di Citepus Capai 10,72 Ton per Hektare, Distan Sukabumi Kaji Peluang Pengembangan

Panen Perdana Padi PM AAS di Citepus Capai 10,72 Ton per Hektare, Distan Sukabumi Kaji Peluang Pengembangan

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Hasil ubinan padi mencapai 10,72 ton per hektare dalam panen perdana padi PM AAS di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Capaian tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum pola budi daya serupa dikembangkan di wilayah lain.

Panen berlangsung di lahan percontohan atau demplot milik Kelompok Tani (Poktan) Mulya Tani I, Senin (12/10/2026). Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, hadir bersama jajaran penyuluh pertanian, UPTD, BPP Palabuhanratu, serta Tim PVTPP selaku penanggung jawab swasembada pangan Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Siswa MTs Al-Hasaniyyah Surade Lolos ke Tingkat Provinsi Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Aep mengatakan, hasil panen perdana tersebut menjadi modal untuk mendorong pengembangan budi daya padi yang lebih produktif. Meski demikian, capaian itu perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi dan pendampingan agar penerapannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Tantangannya adalah menjaga hasil tetap optimal, memperkuat pendampingan petani, dan memastikan peningkatan produksi memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan mereka,” kata Aep.

Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak cukup dinilai dari hasil satu kali panen. Sejumlah faktor perlu diperhatikan, mulai dari kesesuaian teknik budi daya, kondisi lahan, pemeliharaan tanaman, hingga kemampuan petani menerapkan praktik pertanian yang tepat.

Baca Juga :  Hadiri Sertijab Kodim 0622, Hamzah Gurnita: Sinergi Kuat Percepat Pembangunan!

Karena itu, demplot padi PM AAS di Citepus akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat peluang pengembangan di lokasi lain. Penerapannya perlu mempertimbangkan karakteristik lahan dan proses budi daya agar hasil yang diperoleh sesuai dengan kondisi setempat.

“Demplot padi PM AAS di Citepus dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat peluang pengembangan di lokasi lain. Hasilnya perlu dikaji berdasarkan kondisi lahan dan pelaksanaan budi daya sebelum diterapkan lebih luas,” tuturnya.

Baca Juga :  Video: Pembangunan Pipa Air Bersih Tingkatkan Akses Warga Desa Sukamanah Sukabumi

Aep menegaskan, peningkatan produktivitas juga harus dibarengi dengan penguatan peran petani dan penyuluh pertanian. Kolaborasi keduanya dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.

Capaian ubinan 10,72 ton per hektare dari panen perdana ini menjadi catatan awal dalam pengembangan padi PM AAS di Kabupaten Sukabumi. Evaluasi hasil demplot diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan pola budi daya yang sesuai dengan kondisi lahan dan kemampuan petani sebelum diperluas ke wilayah lain.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru