JUBIRTVNEWS.COM — Pertunjukan seni budaya kolosal menjadi pembuka pergelaran Sukabumi Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026) malam. Sajian seni khas Pajajaran dan Sukabumi seperti Perebut Kujang, Awi Hurip (bambu gila), hingga Bola Seuneu (Boles) sukses memukau ratusan pengunjung sebelum prosesi seremonial pembukaan expo dimulai.
Pembina Penampilan Kolosal, Abdul Koharulloh, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian atraksi budaya yang disuguhkan memiliki makna filosofis mendalam terkait kepemimpinan dan nilai kehidupan masyarakat Sunda.
“Pertunjukan Perebut Kujang menggambarkan proses pencarian sosok pemimpin. Jika dikorelasikan dengan era demokrasi saat ini, ini menjadi simbol penentuan arah daerah,” kata Kohar, Kamis (10/9/2026).
Kohar menekankan pesan etik di balik atraksi tersebut: seorang pemimpin wajib memegang teguh kejujuran, keadilan, dan memahami akar kebudayaan lokal. “Kekuatan satu peradaban ada pada budayanya. Ketika budayanya hilang, peradaban itu akan hancur,” tegasnya.
Filosofi Awi Hurip dan Kegembiraan Boles
Selain Perebut Kujang, atraksi Awi Hurip menghadirkan simbol ketahanan dan fleksibilitas karakter orang Sunda dalam menghadapi dinamika zaman (lemeus usap leles beubeur).
Sementara itu, kesenian asli Sukabumi yakni Bola Seuneu (Boles) ditampilkan sebagai simbol keceriaan warga. “Boles menggambarkan kebahagiaan dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut kepemimpinan baru,” tambah Kohar.
Etalase Pembangunan dan Dorong Gerakan Beli Produk Lokal
Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi penataan penampilan budaya yang menyatu dengan agenda Sukabumi Expo 2026. Ia menyebut ajang pameran 10–13 September 2026 ini sengaja dirancang untuk mendekatkan capaian kinerja pemerintah kepada masyarakat.
“Hasil-hasil pembangunan sengaja kami tampilkan di expo ini agar masyarakat mengetahui capaian program Pemkab Sukabumi, sekaligus menjadi ajang promosi bagi produk-produk UMKM lokal,” kata Asep Japar.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menambahkan bahwa expo yang diisi 57 stan ini diselenggarakan secara mandiri. “Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kerja sama dengan pihak ketiga tanpa menguras APBD,” pungkas Dani.






