Beranda / Daerah / Kepsek SDN 2 Sukaraja Ungkap Intimidasi Berulang Oknum Wartawan, Bupati Sukabumi Kecam Keras

Kepsek SDN 2 Sukaraja Ungkap Intimidasi Berulang Oknum Wartawan, Bupati Sukabumi Kecam Keras

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Kepala SD Negeri 2 Sukaraja, Siti Jualaeha, mengungkap dugaan intimidasi dan pemerasan yang disebut telah berulang kali dilakukan oknum wartawan berinisial AS terhadap pihak sekolah.

Hal itu disampaikan Siti saat bertemu dengan Bupati Sukabumi Asep Japar di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Cikembar, Selasa (1/9/2026), setelah AS diamankan polisi menyusul aksi mengamuk di lingkungan sekolah yang sebelumnya viral di media sosial.

Dalam pertemuan tersebut, Siti didampingi Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, Pengawas Bina SD Kecamatan Sukaraja Ahmad Yani, serta Ketua PGRI Kecamatan Sukaraja Alan.

Siti mengatakan, aksi yang terekam dalam video dan beredar di media sosial tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, AS disebut beberapa kali datang ke lingkungan sekolah dan membuat guru merasa takut.

Baca Juga :  DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati KUA-PPAS 2027, Perubahan APBD 2026 Mulai Dibahas

Bahkan, kata Siti, AS terkadang datang bersama istrinya dan dalam kondisi yang disebutnya mabuk.

“Kami tuh kalau datang dia ke sekolah, kami ketakutan karena sering mengamuk dan mengancam. Meminta jatah bulanan dengan berbagai alasan. Karena jika tidak dikasih pasti mengamuk,” ungkap Siti.

Siti juga mengatakan AS kerap mengeluarkan kata-kata kasar ketika berada di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah merasa tertekan hingga akhirnya aksi AS direkam oleh pihak sekolah.

“AS juga sering mengamuk mengeluarkan kata-kata binatang. Hingga akhirnya peristiwa itu divideokan pihak sekolah,” katanya.

Menurut Siti, kejadian yang berulang tersebut menimbulkan rasa takut dan trauma di kalangan guru.

“Kami pihak sekolah merasa terintimidasi oleh AS selama ini. Kami ketakutan, Bapak, bahkan para guru trauma kalau ada AS,” ujarnya.

Pengawas: Kejadian Disebut Bukan Pertama Kali

Pengawas Bina SD Kecamatan Sukaraja, Ahmad Yani, membenarkan bahwa kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Geger Pria Sukabumi Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi Rumah Mertua

Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami pihak sekolah dan berharap proses hukum terhadap AS dapat menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Ini bukan kali pertama terjadi, saya suka kasihan kepada sekolah-sekolah. Mudah-mudahan hal ini menjadi pelajaran di kemudian hari. Atas arahan Pak Kadisdik, alhamdulillah tindakan ini sudah diserahkan pada proses hukum,” ungkap Ahmad Yani.

Bupati Sukabumi Kecam Intimidasi di Lingkungan Pendidikan

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengecam tindakan kekerasan maupun intimidasi yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, persoalan semacam itu tidak hanya berdampak terhadap guru, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis peserta didik.

Baca Juga :  HNSI Sukabumi Keluhkan Kelangkaan BBM dan Aturan Benur Lobster, Komisi III DPRD Siap Bawa Aspirasi ke Pemerintah Pusat

“Saya mengecam kekerasan di dunia pendidikan karena akan mengganggu psikis anak-anak. Saya juga meminta ibu tetap sabar, biarkan proses ini menjadi ranah hukum,” kata Asep Japar.

Ia menegaskan, tindakan semacam itu tidak hanya dapat mengganggu proses pendidikan, tetapi juga berpotensi mencederai profesi jurnalistik jika dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai wartawan.

“Ini bukan hanya mengganggu pendidikan, tapi akan mengganggu tugas jurnalistik atau media yang betul-betul menjalankan profesinya,” ujarnya.

Sebelumnya, AS (46) diamankan Polsek Sukaraja setelah diduga mengamuk dan mengintimidasi Kepala SDN 2 Sukaraja. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan, termasuk tes urine dengan alat milik BNNK Sukabumi.

Dari hasil tes tersebut, AS dinyatakan positif narkoba jenis sabu. Polisi masih mendalami dugaan tindak pidana serta motif di balik tindakan warga Sukaraja tersebut.

Traktir Kopi
Tag: