JUBIRTVNEWS.COM – Mitigasi bencana menjadi salah satu materi dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut salah satunya digelar di SMP IT Adzkia, Kecamatan Cisaat, Kamis (17/7/2026) dengan menghadirkan pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik mendapatkan pemahaman mengenai pengertian bencana, jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Sukabumi, hingga langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat.
Tidak hanya menerima materi di dalam kelas, para siswa juga mengikuti simulasi penanganan bencana di lingkungan sekolah, termasuk praktik pertolongan pertama kepada korban bencana.
Melalui kegiatan ini, para peserta didik diharapkan memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan dasar untuk bertindak cepat serta meminimalkan risiko ketika bencana terjadi secara tiba-tiba.
Selain diikuti siswa baru dalam rangkaian MPLS, kegiatan tersebut juga melibatkan siswa kelas VIII dan IX agar pemahaman mengenai kesiapsiagaan bencana dapat dimiliki oleh seluruh peserta didik.
Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Yuni Sri Heryanti, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi tingginya indeks risiko bencana di Kabupaten Sukabumi sehingga edukasi kebencanaan sejak dini dinilai sangat penting.
“Hari ini BPBD Kabupaten Sukabumi di SMP IT Adzkia melaksanakan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana. Karena kita tahu Kabupaten Sukabumi memiliki indeks risiko bencana yang tinggi. Jadi kita mulai dari anak-anak, bagaimana mereka melakukan upaya mitigasi sehingga ketika terjadi bencana dapat mengurangi risiko,” ujarnya.
Menurut Yuni, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kesadaran dan kesiapsiagaan peserta didik agar mampu merespons situasi darurat dengan tepat ketika bencana terjadi.
Ia menambahkan, materi mitigasi bencana sejalan dengan program Dinas Pendidikan yang mendorong terwujudnya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
“Bagaimana sekolah itu menjadi sekolah yang aman dan nyaman, salah satunya adalah aman dari bencana,” katanya.
Karena itu, setiap sekolah di Kabupaten Sukabumi didorong untuk memberikan pembekalan kepada peserta didik terkait mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang tangguh terhadap bencana.
“Ini memang menjadi bagian yang perlu dilakukan oleh pihak sekolah, sehingga sekolah-sekolah di Kabupaten Sukabumi dapat menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik,” pungkasnya.






