JUBIRTVNEWS.COM – Ratusan warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi kembali mendatangi kantor desa, Senin (27/4/2026). Aksi ini menjadi penegasan bahwa kesabaran warga mulai menipis terhadap janji perbaikan infrastruktur yang belum terealisasi.
Sekitar pukul 10.30 WIB, warga berkumpul untuk kedua kalinya dengan tuntutan yang sama: perbaikan jalan rusak di ruas Cikopeng–Leuwi Cagak dan Pasir Halang–Karang Bolong. Dua jalur tersebut bukan sekadar akses biasa, melainkan urat nadi aktivitas masyarakat.
Audiensi berlangsung dengan pengawalan aparat dan dihadiri perwakilan kecamatan, unsur TNI-Polri, serta Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP). Namun, bagi warga, kehadiran unsur pemerintah belum cukup tanpa kepastian tindakan nyata.
“Jangan hanya manis saat kampanye. Kami butuh bukti, bukan janji,” ujar Ahmad Caeng (55), salah satu warga yang ikut dalam aksi.
Ia menegaskan, jika kepala desa tidak mampu merealisasikan janji, maka mundur dinilai sebagai langkah yang lebih terhormat. Pernyataan itu mencerminkan akumulasi kekecewaan warga atas kondisi jalan yang tak kunjung membaik.
Kerusakan jalan yang telah berlangsung lama disebut berdampak langsung pada kehidupan masyarakat mulai dari tersendatnya distribusi hasil pertanian, sulitnya akses sekolah, hingga terhambatnya layanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Sukatani, Sulaemansyah, berdalih bahwa sebelumnya jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Namun, ia mengakui bahwa pada 2026 statusnya berubah menjadi jalan prioritas yang memungkinkan intervensi dari berbagai level pemerintahan, termasuk desa. “Sekarang sudah bisa ditangani. Tahap awal dilakukan pengerasan,” katanya.
Terkait tuntutan mundur, ia menyatakan tidak keberatan secara prinsip, namun harus melalui mekanisme yang jelas.
Diketahui, total panjang dua ruas jalan yang dipersoalkan mencapai lebih dari 12 kilometer, dengan rincian 8,6 kilometer dan 4,2 kilometer. Angka tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
Aksi berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi tertib. Meski demikian, warga memberi sinyal tegas: jika janji kembali tak ditepati, bukan tidak mungkin aksi serupa akan kembali berulang dengan tekanan yang lebih besar.







