JUBIRTVNEWS.COM – Di tengah pesisir selatan Sukabumi yang kerap dikenal karena ombak Samudera Hindia, Kecamatan Cisolok justru menampilkan wajah lain: wilayah yang perlahan bangkit sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Terletak di kawasan yang berbatasan langsung dengan laut lepas, Cisolok memiliki bentang alam yang unik mulai dari pantai, perbukitan, hingga desa-desa produktif. Kondisi ini menjadi kekuatan utama dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Camat Cisolok, Okih Fajri, menjelaskan bahwa perkembangan wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif, terutama dari sisi pemberdayaan ekonomi dan tata kelola pemerintahan.
“Dari sisi demografi, masyarakat Cisolok didominasi sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa pariwisata. Pembangunan juga terus kami dorong melalui penguatan UMKM, BUMDes, hingga kelompok usaha seperti Asosiasi Kopi Cisolok,” ujarnya.
Di sektor pariwisata, Cisolok memiliki sejumlah destinasi unggulan yang telah dikenal luas. Pantai Karanghawu, Pantai Cibangban, hingga Pantai Karangpapak menjadi daya tarik utama wisatawan, terutama saat musim liburan. Selain itu, Geyser Cipanas Cisolok hadir sebagai pemandian air panas alami yang menjadi keunikan tersendiri.
Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan tetap menjadi tulang punggung ekonomi warga. Komoditas seperti padi, palawija, kelapa, kopi, serta hortikultura tumbuh subur di wilayah ini. Potensi kelautan juga berperan penting melalui hasil tangkapan ikan dan udang yang menopang kehidupan nelayan.
Geliat UMKM dan ekonomi kreatif pun terus berkembang. Berbagai produk olahan hasil laut, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah mulai menembus pasar yang lebih luas.
Untuk mengoptimalkan seluruh potensi tersebut, Pemerintah Kecamatan Cisolok menerapkan strategi kolaboratif lintas sektor. Mulai dari pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga pembangunan infrastruktur penunjang.
“Kami terus memperkuat sinergi antara pemerintah, desa, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain itu, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan,” jelas Okih.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur, potensi bencana alam, hingga fluktuasi kunjungan wisatawan. Untuk itu, berbagai langkah konkret telah disiapkan, termasuk penguatan mitigasi bencana, promosi wisata berbasis digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Okih menegaskan, kunci kemajuan Cisolok terletak pada kolaborasi semua pihak. “Peran masyarakat sangat penting, mulai dari menjaga lingkungan hingga terlibat langsung dalam pengembangan wisata dan ekonomi lokal. Kami optimis, dengan kebersamaan, Cisolok bisa menjadi wilayah yang maju dan berdaya saing,” tandasnya.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Kecamatan Cisolok kini tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal di pesisir selatan Sukabumi.








