JUBIRTVNEWS.COM – Insiden terbakarnya truk bermuatan ratusan tabung gas LPG 3 kg di ruas Jalan Nasional Palabuhanratu-Sukabumi, tepatnya di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis sore (26/3/2026), menyisakan cerita dramatis.
Petugas harus menggunakan metode khusus untuk menjinakkan api yang terus menyambar dari ratusan tabung gas yang bocor.
Truk bernomor polisi F 8597 QC yang sedianya mendistribusikan 560 tabung LPG ke wilayah Cidadap, Simpenan, tersebut kini menyisakan rangka besi yang gosong. Distribusi gas dipastikan gagal total dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp300 juta.
Metode Deterjen dan Semburan AWC
Danpos 1 Damkar Palabuhanratu, Aceng Ismail, mengungkapkan bahwa proses pemadaman berlangsung sangat menantang. Karakteristik api yang bersumber dari gas LPG membuat pemadaman dengan air biasa menjadi sulit.
“Kalau di ruang terbuka, gas itu sebenarnya tidak meledak. Tapi sebelum gasnya habis, apinya sulit dipadamkan karena terus menyambar,” jelas Aceng.
Guna mempercepat proses, petugas menggunakan metode tak biasa, yakni mencampurkan air dengan deterjen. “Kami campurkan sabun ke dalam tangki mobil pemadam, lalu disirkulasikan dan langsung disemprotkan ke titik api. Alhamdulillah, cara ini efektif mengendalikan api,” tambahnya.
Perjuangan pemadam kebakaran juga dibantu oleh satuan dari Polres Sukabumi. Satu unit Armored Water Cannon (AWC) milik Sat Samapta diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat armada pemadam. Kasat Samapta Polres Sukabumi, AKP Hotben Sianturi, menyebutkan api baru benar-benar berhasil dijinakkan sekitar pukul 18.35 WIB.
Lumpuh Total dan Evakuasi Cepat
Kebakaran yang terjadi di badan jalan utama ini sempat membuat arus lalu lintas arus balik H+5 libur Lebaran dari arah Palabuhanratu menuju Sukabumi maupun sebaliknya lumpuh total. Antrean kendaraan mengular panjang saat petugas berjibaku memadamkan api.
Kanit Regident Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Hari Fajar Iswahyudi, menyatakan bahwa Polres Sukabumi mengerahkan sedikitnya 30 personel gabungan dari Satlantas dan Samapta untuk menangani situasi di lapangan.
“Evakuasi berhasil dilaksanakan, api sudah padam dan kendaraan telah dipinggirkan. Saat ini kami fokus melakukan penarikan arus lalu lintas dari kedua arah untuk mengurai kepadatan,” ujar Hari Fajar di lokasi kejadian.
Penyebab Masih Misteri
Meski api telah padam dan memasuki tahap pendinginan, penyebab pasti munculnya api pada truk bermuatan gas tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Untuk penyebab pasti masih kami selidiki. Petugas masih melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan saksi. Alhamdulillah, kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian materiil cukup besar, diperkirakan mencapai Rp300 juta,” pungkas AKP Hotben Sianturi.
Saat ini, sisa-sisa tabung gas yang menghitam masih dalam proses pendataan, sementara arus lalu lintas berangsur normal kembali meski sempat tersendat selama beberapa jam.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.20 WIB ini diketahui awak media setelah siaran langsung seorang warga yang memperlihatkan kobaran api yang membumbung tinggi dari badan truk viral di media sosial Facebook.
Kobaran api yang membesar dengan cepat merembet dari satu tabung ke tabung lainnya hingga sulit dikendalikan. Api bahkan sempat menyambar kabel listrik di atas jalan yang menyebabkan aliran listrik di sekitar lokasi terputus.










