JUBIRTVNEWS.COM – Banyak orang menjadikan bulan Ramadan sebagai momen untuk menurunkan berat badan. Frekuensi makan yang berkurang karena hanya sahur dan berbuka dianggap dapat membantu mengontrol asupan kalori. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan selama menjalani puasa. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan, sebab secara teori waktu makan yang lebih terbatas seharusnya membuat berat badan lebih stabil.
Perubahan pola makan, jenis makanan yang dikonsumsi, hingga jam tidur yang bergeser menjadi faktor yang berperan besar. Tanpa disadari, kebiasaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari selama Ramadan bisa berdampak signifikan terhadap peningkatan berat badan.
Berbuka Berlebihan dan Tinggi Kalori
Setelah menahan lapar dan haus seharian, keinginan untuk menyantap berbagai makanan saat berbuka sering kali sulit dikendalikan. Takjil manis seperti kolak, es buah, sirup, serta gorengan menjadi menu favorit. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, makanan tinggi gula dan lemak tersebut dapat membuat asupan kalori melonjak dalam waktu singkat.
Kebiasaan makan besar sekaligus saat berbuka juga membuat tubuh menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak.
Menu Sahur Kurang Seimbang
Sahur yang hanya mengandalkan nasi dalam porsi besar tanpa tambahan protein dan serat bisa membuat rasa lapar datang lebih cepat. Akibatnya, saat berbuka seseorang cenderung makan lebih banyak. Kurangnya asupan sayur, buah, dan protein juga membuat metabolisme tidak bekerja secara optimal.
Karbohidrat sederhana yang berlebihan tanpa diimbangi nutrisi lain turut berkontribusi pada peningkatan berat badan.
Minim Aktivitas Fisik
Selama Ramadan, sebagian orang memilih mengurangi aktivitas fisik karena merasa lemas. Padahal, ketika aktivitas menurun sementara pola makan tetap tinggi kalori, tubuh akan menyimpan sisa energi sebagai lemak. Tidak berolahraga sama sekali selama sebulan penuh bisa berdampak pada kenaikan berat badan yang signifikan.
Olahraga ringan sebenarnya tetap bisa dilakukan, seperti berjalan kaki atau peregangan setelah berbuka.
Pola Tidur yang Berantakan
Perubahan jadwal tidur akibat sahur dan aktivitas malam hari dapat memengaruhi keseimbangan hormon pengatur rasa lapar dan kenyang. Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan manis dan berlemak. Kondisi ini membuat kontrol diri terhadap asupan makanan menjadi lebih sulit.
Jika berlangsung terus-menerus selama Ramadan, pola tidur yang tidak teratur bisa berdampak pada peningkatan berat badan.
Kebiasaan Ngemil Setelah Tarawih
Camilan ringan setelah salat tarawih sering dianggap tidak terlalu berpengaruh. Padahal, konsumsi biskuit, keripik, atau minuman manis setiap malam dapat menambah kalori harian secara signifikan. Tanpa disadari, kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab berat badan naik saat puasa.
Menjalani puasa seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk membentuk pola makan yang lebih teratur dan sehat. Dengan mengontrol porsi, memilih menu bergizi seimbang, tetap aktif bergerak, dan menjaga waktu istirahat, kenaikan berat badan selama Ramadan dapat dihindari.
Sumber: Berbagai Sumber










