Semenit kemudian Persib mendapatkan hasil dari apa yang diupayakannya. Gol penyama kedudukan berhasil diciptakan pemain asal Brasil, Uilliam Barros Pereira. Diawali sodoran cantik Beckham kepada Jung di sisi kiri, pemain asal Prancis itu mengirimkan umpan mendatar dan berhasil disambar Uilliam untuk menjadi gol penyeimbang.
Selepas gol penyeimbang, Persib semakin beringas. Gelombang serangan terus dilancarkan Thom Haye cs. ke pertahanan Singo Edan. Namun, Persib harus mengalami kerugian usai pemain asal Irak, Frans Putros, dikartu merah setelah melakukan pelanggaran pada menit ke-63.
Respons langsung dilancarkan Hodak dengan menarik keluar Beckham dan memasukkan Federico Barba untuk memperkuat lini pertahanan.
Dampak kehilangan satu pemain hampir terasa oleh Persib. Arema nyaris menambah keunggulan andai Patricio Matricardi tidak berhasil menghalau tendangan pemain Arema pada menit ke-67.
Bermain dengan sepuluh pemain tak mengendurkan serangan Persib terhadap kubu Arema. Peluang didapatkan melalui tendangan keras Jung pada menit ke-76. Namun, tendangan pemain bernomor punggung 90 ini masih belum menemui sasaran.
Menjelang akhir laga semakin seru. Kedua tim saling melancarkan serangan. Arema hampir menambah gol melalui Dalberto menit 81. Namun, tendangannya berhasil dimentahkan oleh aksi gemilang Teja Paku Alam.
Hodak kembali melakukan perubahan skema permainan. William Marcilio dan Robi Darwis dimasukkan menggantikan Ramon Tanque serta Uilliam Barros pada menit 86.
Strategi Hodak memasukkan William serta Barba terbukti jitu. Persib mampu mengungguli Arema pada menit 90+10 melalui Barba. Diawali sepak pojok dari William, umpan manis pemain asal Brasil tersebut mampu disambar Barba untuk merobek jala Singo Edan.
Arema terus berupaya mengejar ketinggalan. Namun segala usaha Singo Edan selalu gagal menembus pertahanan kokoh Persib yang digalang Julio Cesar dan Patricio Matricardi. Keunggulan 2-1 Persib atas Arema tetap bertahan hingga waktu usai.










