Beranda / Nasional / Kemendukbangga/BKKBN Gelar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Depok

Kemendukbangga/BKKBN Gelar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Depok

JUBIRTVNEWS.COM – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) Pusat menggelar kegiatan koordinasi dan sosialisasi Program Bangga Kencana di Restoran Pondok Laras, Kota Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembangunan keluarga yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebelum acara dimulai, tim pelaksana terlebih dahulu melakukan koordinasi bersama pihak penyedia guna memastikan kesiapan teknis kegiatan. Hasil koordinasi menunjukkan bahwa seluruh komponen telah sesuai dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disepakati, meliputi honor narasumber, transportasi, sarana sosialisasi, penyelenggaraan acara, evaluasi, hingga konsumsi.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh tuan rumah yang menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan peserta. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai sarana meningkatkan pemahaman sekaligus mempererat silaturahmi.

Dalam sesi pemaparan materi, sejumlah narasumber menyampaikan poin-poin strategis terkait pembangunan keluarga.

Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN menjelaskan bahwa institusi tersebut kini telah bertransformasi menjadi kementerian yang dipimpin oleh Menteri Wihaji. Transformasi ini menegaskan fokus pembangunan keluarga secara menyeluruh dari hulu ke hilir, mencakup remaja, calon pengantin, hingga lansia. Ditekankan pula pentingnya persiapan sejak usia remaja, termasuk edukasi kesehatan reproduksi, kesiapan mental, serta pemenuhan gizi.

Selain itu, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) disebut sebagai fase krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting. Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan berbagai program unggulan seperti GATI, GENTING, Tamasya, dan Sidaya, serta kolaborasi dengan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sementara itu, perwakilan Provinsi Jawa Barat menyoroti tantangan ketahanan keluarga, terutama tingginya angka perceraian dan pernikahan dini. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus perceraian dipicu oleh kurangnya kesiapan mental, emosional, dan ekonomi dalam berumah tangga. Oleh karena itu, penguatan delapan fungsi keluarga meliputi fungsi keagamaan, sosial budaya, kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang harmonis. Edukasi pranikah pun dianggap penting sebagai bekal bagi generasi muda.

Adapun perwakilan dari Pemerintah Kota Depok memaparkan isu stunting sebagai salah satu tantangan utama. Stunting dijelaskan sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Penanganan harus difokuskan pada periode 1.000 HPK karena intervensi setelah usia dua tahun dinilai kurang optimal.

Upaya pencegahan stunting disampaikan melalui konsep ABCDE, yakni aktif minum tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, konsumsi protein hewani, datang ke posyandu, serta pemberian ASI eksklusif.

Dalam kegiatan tersebut, dukungan dari DPR RI Komisi IX juga disampaikan terhadap pentingnya sosialisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting dan memperkuat pembangunan keluarga.

Acara berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Tag:

Pos-pos Terbaru

Exit mobile version