JUBIRTVNEWS.COM – Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Negla, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Seorang balita perempuan berinisial K (4 tahun) ditemukan meninggal dunia setelah terbawa arus parit saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Senin (6/4/2026) sore.
Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terpeleset saat sedang bermain di sekitar saluran air yang berada tepat di dekat rumahnya.
Kondisi cuaca yang ekstrem membuat debit air di parit meluap tiba-tiba. Korban yang terjatuh langsung terseret arus yang sangat kuat hingga sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal kejadian.
Warga setempat yang menyadari kejadian tersebut langsung melakukan pencarian dibantu tim gabungan dari Tagana Kecamatan Kalibunder, P2BK, aparat desa, kepolisian, dan Satpol PP. Setelah penyisiran dilakukan selama kurang lebih 30 menit, jasad korban akhirnya ditemukan.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan warga. Namun, kondisinya sudah tidak sadarkan diri,” ujar Petugas Tagana Kecamatan Kalibunder, Denda Eka Sukma Irawa.
Petugas segera mengevakuasi Keysa menggunakan ambulans menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun sayang, nyawa balita malang tersebut tidak tertolong. Korban dinyatakan telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.
Denda menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu utama kuatnya arus di saluran air tersebut. “Debit air meningkat secara drastis saat hujan deras. Arus di parit menjadi sangat liar dan berbahaya, terutama bagi anak-anak kecil yang luput dari pengawasan,” tambahnya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan. Lingkungan dengan aliran air terbuka atau parit yang tidak tertutup memiliki risiko tinggi bagi keselamatan anak-anak.
Pihak berwenang mengimbau warga agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah, terutama ketika cuaca sedang buruk, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di wilayah Sukabumi.

