Beranda / Daerah / Elang Jawa Tabrak Kaca Jendela di Nagrak Sukabumi, Begini Kondisinya

Elang Jawa Tabrak Kaca Jendela di Nagrak Sukabumi, Begini Kondisinya

JUBIRTVNEWS.COM – Kaca jendela rumah Yanih, warga Kampung Nyangegeng, Desa Babakanpanjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, tiba-tiba pecah pada Sabtu (31/1/2026). Awalnya, penghuni rumah mengira kaca tersebut pecah karena benda tumpul, namun saat diperiksa, ternyata seekor Elang Jawa jatuh tergeletak di lokasi.

Pascakejadian, Elang Jawa tersebut tampak lemas dan tidak bisa terbang. Warga kemudian berinisiatif mengamankan satwa dilindungi itu ke dalam kandang dan melaporkannya kepada pihak terkait.

Baca Juga :  Video: Upacara HUT ke-80 RI di Jampangkulon: Momentum Refleksi dan Semangat Kolaborasi

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno, membenarkan kejadian tersebut. Laporan diterima sekitar pukul 10.00 WIB setelah pemilik rumah dikagetkan oleh suara benturan keras.

“Setelah dicek kita pada Minggu (1/2), dipastikan bahwa burung tersebut berjenis Elang Jawa yang merupakan satwa dilindungi,” ujar pria yang akrab disapa Miky tersebut, Senin (2/2/2026).

Miky menjelaskan bahwa lokasi kejadian berjarak sekitar 5 kilometer dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Menurut keterangan warga, peristiwa elang menabrak pemukiman ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Polsek Jampangkulon Serahkan Dua Motor Hasil Ungkap Curanmor ke Pemilik

Proses evakuasi dilakukan oleh P2BK Nagrak bersama relawan Jaga Satwa. Burung tersebut sempat ditempatkan sementara di kandang observasi di Desa Nagrak Selatan sebelum diserahterimakan ke pihak berwenang.

Kondisi Elang Jawa tersebut kini mulai menunjukkan progres positif. “Sudah ada perubahan, sudah agresif, sudah aktif dan tampak sudah mengepak-ngepakkan sayap,” ungkapnya.

Baca Juga :  Atap Masjid Sekolah di Jampangkulon Ambruk, Kegiatan Keagamaan Terhenti Sementara

Meski mulai aktif, ditemukan luka ringan pada bagian paruh dan lecet pada jari kaki sebelah kiri burung tersebut.

Saat ini, koordinasi dengan pihak Balai TNGGP dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah dilakukan. Proses serah terima satwa dilakukan oleh relawan Jaga Satwa, Raju Munawar, didampingi pihak P2BK untuk penanganan medis dan pemulihan lebih lanjut sebelum nantinya dilepasliarkan kembali.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!