Beranda / Daerah / SMP di Surade Sukabumi Ini Cegah Perilaku Negatif Siswa Tanpa Hukuman, Begini Caranya

SMP di Surade Sukabumi Ini Cegah Perilaku Negatif Siswa Tanpa Hukuman, Begini Caranya

JUBIRTVNEWS.COM – Di tengah kekhawatiran maraknya perilaku menyimpang dan kekerasan di kalangan pelajar, SMP Negeri 5 Surade Kabupaten Sukabumi, memilih jalan yang sederhana namun berdampak besar: mendengarkan siswa.

Melalui Program Pojok Curhat, sekolah ini menghadirkan ruang aman bagi peserta didik untuk berbicara, mengungkap kegelisahan, hingga menyampaikan persoalan pribadi yang kerap tak tersuarakan di ruang kelas. Program ini menjadi pendekatan sunyi namun efektif dalam mencegah perilaku negatif, termasuk tawuran pelajar.

Berbeda dengan pendekatan disiplin yang bersifat represif, Pojok Curhat dibangun atas dasar kepercayaan dan kedekatan emosional. Siswa didorong untuk bercerita, sementara guru berperan sebagai pendengar dan pendamping, bukan hakim.

Kepala SMPN 5 Surade, Sari Nursanti, menilai banyak persoalan siswa berakar dari tekanan emosional yang tidak tertangani.

Baca Juga :  Video: Pelantikan 23 Kader TP PKK Tingkat Kecamatan, Dihadiri Langsung Bupati Sukabumi

“Anak-anak hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Mereka sering kali kebingungan, tertekan, bahkan kehilangan arah, tapi tidak tahu harus bercerita kepada siapa,” ungkapnya, Rabu (14/1/2026).

Menurut Sari, sekolah tidak bisa hanya fokus pada capaian akademik, sementara kondisi batin siswa terabaikan. “Ketika emosinya sehat, akademiknya akan mengikuti. Tapi kalau emosinya rapuh, prestasi setinggi apa pun tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Program Pojok Curhat tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan kebiasaan harian siswa melalui Digital Detox dan Jurnal 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia (7 KAI), yang memungkinkan sekolah memantau pola perilaku siswa secara lebih utuh, termasuk saat berada di rumah.

Yang menarik, program ini juga menggeser peran orang tua dari sekadar pengawas menjadi mitra aktif sekolah. Melalui kegiatan parenting, orang tua diajak memahami tantangan anak di era digital, khususnya terkait penggunaan gawai dan media sosial.

Baca Juga :  337 Kopdes Merah Putih Terbentuk, Bupati: Kita Bangun Sukabumi Bersama

“Banyak konflik anak justru terjadi karena komunikasi di rumah tidak berjalan. Maka sekolah dan orang tua harus berada di frekuensi yang sama,” jelas Sari.

Dampak nyata dari pendekatan ini mulai terlihat. Dalam tiga tahun terakhir, SMPN 5 Surade tercatat bebas dari kasus tawuran pelajar, sebuah capaian yang diakui tidak mudah di tengah dinamika remaja saat ini.

Bagi Sari, keberhasilan itu bukan soal prestasi institusi, melainkan keselamatan masa depan anak.

“Saya tidak punya mimpi yang muluk. Cukup anak-anak kami pulang ke rumah dengan selamat, tumbuh menjadi pribadi baik, dan tidak saling menyakiti,” tuturnya.

Baca Juga :  Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di Palabuhanratu, Bupati Sukabumi Puji Perhatian Gubernur

Di sisi lain, sekolah juga berupaya menjaga kepercayaan orang tua dengan tidak membebani mereka secara finansial. Seluruh kegiatan sekolah dilaksanakan tanpa pungutan, bahkan beberapa fasilitas siswa diberikan secara gratis.

“Kami ingin orang tua tenang menitipkan anaknya di sekolah ini, tanpa rasa khawatir, baik secara moral maupun ekonomi,” katanya.

Pendekatan yang mengedepankan empati, kolaborasi, dan kehadiran nyata inilah yang menjadikan Pojok Curhat lebih dari sekadar program sekolah. Ia menjadi jaring pengaman emosional bagi siswa, sekaligus bukti bahwa mendengar sering kali lebih ampuh daripada menghukum.

Melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, SMPN 5 Surade menunjukkan bahwa membangun karakter tidak selalu membutuhkan metode keras, melainkan ketulusan untuk memahami dunia anak-anak.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!