Beranda / Peristiwa / Pulang Jual Rongsokan, Nenek 63 Tahun di Cibadak Sukabumi Tewas Tersambar KA Pangrango

Pulang Jual Rongsokan, Nenek 63 Tahun di Cibadak Sukabumi Tewas Tersambar KA Pangrango

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Seorang wanita lansia bernama Mimin (63) tewas setelah tersambar Kereta Api (KA) Pangrango di Kampung Babakan RT 02/07, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (24/9/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Km 43+1/2 petak jalan Cisaat–Cibadak sekitar pukul 15.20 WIB. Korban yang merupakan warga setempat dilaporkan meninggal dunia langsung di lokasi kejadian.

Ketua RW setempat, Fijar Muhtar, mengatakan dirinya tidak melihat langsung kejadian tersebut. Namun, berdasarkan keterangan warga, korban saat itu disebut sedang berjalan di sekitar rel ketika KA Pangrango melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor.

Dalam kesehariannya, Mimin dikenal sebagai pedagang ayam goreng. Di sela berjualan, korban juga kerap mengumpulkan barang bekas untuk kemudian dijual kepada pengepul.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas MBG, Yayasan Nurul Huda Sukabumi Hadirkan Chef Profesional dalam Pelatihan Dapur

Muhtar menyebut, korban baru saja menjual barang-barang bekas tersebut sebelum kejadian. Setelah dari tempat pengepul, korban berjalan pulang hingga kemudian tersambar kereta.

“Waktu (korban) jual rongsokan ke Pak Wawan. pulangnya ada kereta, tahu enggak dengar, tahu bagaimana, keserepet, terbawa ke sini,” kata Muhtar,” ungkap Muhtar di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada petugas. Personel pengamanan Stasiun Karangtengah, Polsek Cibadak, Pemerintah Desa Karangtengah, serta relawan kemudian bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan mengevakuasi jenazah korban.

Baca Juga :  6.291 Posko Masjid Ramah Disiapkan Kemenag di Jalur Mudik 2025, Jawa Barat Terbanyak

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian KA Pangrango setelah kejadian.

“Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian KA Pangrango. Setelah dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdapat gangguan yang membahayakan perjalanan, kereta dapat kembali melanjutkan perjalanan,” ujar Franoto.

Akibat insiden itu, perjalanan KA Pangrango mengalami keterlambatan sekitar tiga menit.

Franoto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api karena kawasan tersebut merupakan area operasional yang memiliki risiko keselamatan tinggi.

Ia menegaskan, jalur rel hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta api dan petugas yang berwenang. Masyarakat juga diminta tidak berjalan atau berada terlalu dekat dengan rel karena kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti secara mendadak.

Baca Juga :  Ayep Zaki Resmi Jabat Ketua DPD NasDem Kabupaten Sukabumi

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu menggunakan akses dan perlintasan yang telah diperuntukkan bagi masyarakat. Keselamatan perjalanan kereta api juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan seluruh pihak,” kata Franoto.

Pihak KAI Daop 1 Jakarta menyatakan terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan dan mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap penanganan kejadian yang berkaitan dengan perjalanan kereta api.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru