Beranda / Daerah / Pastikan Tepat Sasaran, Rumah Penerima BPJS PBI APBD di Sukabumi Dilabeli Stiker

Pastikan Tepat Sasaran, Rumah Penerima BPJS PBI APBD di Sukabumi Dilabeli Stiker

JUBIRTVNEWSCOM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi mulai melakukan pemasangan stiker khusus di rumah warga peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh keluarga yang layak dan tidak mampu.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Sukabumi, Iwan Triyanto, menjelaskan bahwa pelabelan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan keakuratan data kemiskinan.

Baca Juga :  Percepat Reforma Agraria, DPRD dan Pemkab Sukabumi Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

“Kita ditugaskan oleh pemerintah daerah untuk keakuratan data agar tetap sasaran. Sehingga manakala stiker ini ditempat betul-betul sebagai penerima manfaat, bagi mereka yang menolak akan tereliminasi sebagai PBI,” ujar Iwan, Kamis (12/2/2026).

Pemerintah memberlakukan aturan tegas dalam program pelabelan ini. Stiker tersebut berfungsi sebagai identitas sosial sekaligus bentuk transparansi publik.

Baca Juga :  Tujuh dari 8.171 Peserta PPPK di Kabupaten Sukabumi Dipastikan Tak Dilantik, BKPSDM Beri Penjelasan

Iwan menegaskan, kepesertaan jaminan kesehatan warga bisa langsung dicabut jika ditemukan adanya pelanggaran di lapangan.

“Bagi masyarakat yang mencabut, maka otomatis gugurlah dia sebagai kepesertaannya,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Iwan, jumlah peserta PBI Jaminan Kesehatan yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Sukabumi mencapai 420.000 jiwa. Untuk tahap awal, pemasangan stiker baru menyasar 60.000 rumah yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah Sukabumi Utara, salah satunya adalah Kecamatan Sukabumi.

Baca Juga :  DPPKB Sukabumi Hadirkan Layanan KB dan Khitanan Massal di Peringatan Hari Nelayan ke-68 Ciwaru

Iwan memastikan bahwa sejauh ini proses di lapangan berjalan kondusif tanpa ada penolakan dari warga. Hal ini dikarenakan proses sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari.

“Yang menempel para pilar-pilar sosial, ada Puskesos, pendamping PKH, TKSK,” tandasnya.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!