JUBIRTVNEWS.COM – Momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah yang seharusnya menjadi ajang rekreasi keluarga justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi ribuan wisatawan. Memasuki H+1 Lebaran, akses utama menuju kawasan wisata selatan Kabupaten Sukabumi lumpuh akibat kerusakan jalan yang kian parah di sejumlah titik.
Kemacetan panjang terpantau menyergap jalur menuju Geopark Ciletuh dan Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren. Jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi tersebut dilaporkan mengalami ambles dan kerusakan struktur berat akibat pergerakan tanah menahun yang tak kunjung tertangani secara permanen.
Antrean Mengular dari Bojonggaling
Pantauan di lapangan pada Minggu (22/3/2026), antrean kendaraan tampak mengular mulai dari kawasan Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, hingga ke titik kerusakan di Pasirsuren. Ratusan kendaraan didominasi pelat luar daerah seperti B (Jakarta), F (Bogor), dan D (Bandung) yang datang dari arah Cibadak menuju pesisir selatan.
Kondisi jalan yang bergelombang tajam, berlubang dalam, hingga ambles memaksa pengendara melaju merayap. Di beberapa titik, sistem buka-tutup secara swadaya terpaksa dilakukan karena kendaraan harus bergantian menghindari gundukan tanah dan lubang besar yang membahayakan.
Warga Tagih Janji Pemerintah
Kekecewaan tidak hanya datang dari wisatawan, tapi juga warga setempat yang merasa penanganan bencana di wilayah tersebut jalan di tempat.
“Tahun 2026 ini kondisinya paling parah. Selama ini rencana relokasi warga dan perbaikan permanen hanya sebatas rapat ke rapat, tapi belum ada realisasi nyata di lapangan,” ujar Dede (56), warga Pasirsuren dengan nada kecewa.
Akibat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini, waktu tempuh yang biasanya hanya hitungan menit dari Bantargadung menuju Palabuhanratu kini membengkak hingga berjam-jam. Hingga siang hari, volume kendaraan terus meningkat drastis, sementara kelancaran arus praktis terkunci oleh medan jalan yang rusak berat.
Para wisatawan diimbau untuk mencari jalur alternatif atau berangkat lebih awal guna menghindari jebakan macet di titik pergerakan tanah Pasirsuren.










