JUBIRTVNEWS.COM – Peristiwa tragis menimpa seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial E (58), warga Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Ia ditemukan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang septic tank sedalam sekitar 6 meter yang berada tepat di bawah lantai kamar rumah anaknya, di Kampung Gunungsari, Desa Cicadas, Selasa (13/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di rumah anak perempuannya untuk merapikan tempat tidur. Namun tanpa disadari, lantai di samping tempat tidur tersebut tiba-tiba amblas, sehingga korban langsung terjatuh ke dalam lubang septic tank yang berada di bawahnya.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban saat itu berada seorang diri di dalam kamar.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban sedang merapikan tempat tidur sendirian. Tiba-tiba ia terperosok ke dalam septic tank sedalam kurang lebih 6 meter yang posisinya berada tepat di samping tempat tidur tersebut,” jelas Okih.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh anak perempuan korban yang langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun dan diteruskan ke pihak Kecamatan Cisolok untuk proses penyelamatan.
Meski aparat gabungan dan warga telah berupaya melakukan evakuasi dengan cepat, nyawa korban tidak dapat tertolong. “Saat berhasil diangkat dari dalam septic tank, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tambah Okih.
Jenazah korban sempat disemayamkan di rumah duka di Desa Cicadas sebelum akhirnya dibawa ke kampung halamannya di Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Atas kejadian ini, Okih mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan faktor keamanan konstruksi bangunan rumah, terutama posisi dan kekuatan penutup lubang pembuangan atau septic tank.
“Kami meminta warga untuk memastikan kembali keamanan lingkungan rumah mereka, terutama keberadaan lubang-lubang yang berpotensi membahayakan, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” pungkasnya.










