JUBIRTVNEWS.COM – Memasuki H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026), akses utama menuju kawasan wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi terpantau nyaris lumpuh total akibat ledakan volume kendaraan.
Sejak pagi hari, gelombang kendaraan wisatawan terus mengalir tanpa jeda dari arah Kota Sukabumi maupun jalur alternatif. Namun, terbatasnya kapasitas jalan tak lagi mampu menampung derasnya arus, hingga menyebabkan kemacetan panjang dengan waktu tempuh yang membengkak hingga empat jam.
Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan paling parah menyergap sepanjang ruas Jalan Kidang Kencana hingga pusat Kota Palabuhanratu. Barisan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular tanpa celah, bergerak merayap, bahkan kerap terhenti total (stagnan) di sejumlah titik krusial.
Andi (27), seorang pengendara motor asal Kota Sukabumi, mengaku perjalanan wisatanya kali ini terasa sangat melelahkan. Ia bersama rombongannya harus tertahan selama berjam-jam di tengah kepungan kendaraan.
“Berangkat pagi sekali dengan harapan menghindari macet, tapi baru sampai siang. Macetnya luar biasa, hampir di semua titik penguncian arus terjadi,” ujarnya saat beristirahat di bahu jalan.
Kondisi serupa dialami Rina (28), wisatawan asal Bantargadung. Menggunakan kendaraan bak terbuka bersama keluarga besar, ia harus berjibaku dengan terik matahari di tengah antrean yang nyaris tak bergerak.
“Biasanya perjalanan ke pantai hanya hitungan menit, sekarang jadi berjam-jam. Panas dan macetnya benar-benar terasa,” ungkap Rina lesu.
Ledakan volume kendaraan ini dipicu oleh tingginya animo masyarakat untuk mengunjungi destinasi primadona seperti Pantai Karanghawu hingga Pantai Sawarna di perbatasan Banten.
Sejumlah titik simpul seperti Simpang Bagbagan, Simpang Batusapi, hingga kawasan Gunung Butak menjadi pusat penumpukan. Petugas kepolisian bersama instansi terkait tampak berjibaku melakukan rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem buka-tutup hingga pengalihan arus guna mengurai antrean yang terus memanjang.
Meski petugas telah dikerahkan secara maksimal, arus lalu lintas cenderung stagnan pada jam-jam puncak akibat derasnya arus kendaraan yang masuk tidak sebanding dengan akses keluar yang tersedia.










