Beranda / Daerah / Getaran Terasa hingga Sukabumi, Gempa M 4,6 Guncang Muarabinuangeun Banten

Getaran Terasa hingga Sukabumi, Gempa M 4,6 Guncang Muarabinuangeun Banten

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Wilayah Muarabinuangeun, Provinsi Banten diguncang gempa bumi tektonik pada Senin (12/10/2026) pukul 12:19:47 WIB. Gempa bumi tersebut terasa di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi.

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati mengatakan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,6.

Baca Juga :  Sempat Hilang Usai Rumahnya Digeruduk, Guru Ngaji Terduga Pelaku Pencabulan di Sukabumi Akhirnya Ditangkap

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7.16 LS dan 105.77 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 38 km Barat Daya Muarabinuangeun, Banten pada kedalaman 18 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” ujar Ana dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Ana menyebut berdasarkan laporan dari masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Palabuhanratu dan Sumur dengan skala intensitas II–III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.

Baca Juga :  Waspada Hujan di Siang Hari, Prakiraan Cuaca Jabar 21 Februari 2026

Sementara itu, wilayah Labuan, Ciemas, dan Gekbrong merasakan getaran dengan intensitas II MMI. Getaran pada skala ini dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Baca Juga :  Warga Sagaranten Sukabumi Digegerkan Penemuan Kerangka Manusia di Areal Perkebunan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Meski getaran dirasakan di sejumlah wilayah, hingga laporan tersebut disampaikan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut.

“Hingga pukul 12:30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan,” lanjut Ana.

Masyarakat diimbau untuk memastikan informasi resmi yang hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverivikasi.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru