Beranda / Pemerintahan / Gebyar Sipenyu Bukan Sekadar Hadiah, Bapenda Kabupaten Sukabumi Kejar Kepatuhan Pajak

Gebyar Sipenyu Bukan Sekadar Hadiah, Bapenda Kabupaten Sukabumi Kejar Kepatuhan Pajak

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi terus melakukan transformasi dalam menggenjot kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.

Melalui program Gebyar Sipenyu (Gerakan Sadar Membayar Pajak dan Retribusi Melalui Pelayanan Rakyat Terpadu), Bapenda tidak hanya menawarkan deretan hadiah menarik, tetapi juga membawa perombakan mendasar pada kualitas pelayanan publik.

Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdi Somantri yang akrab disapa Bima, menegaskan bahwa kemudahan layanan adalah kunci utama meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Bagaimana kita memberikan pelayanan yang simpel, mudah, murah, dan cepat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bima, Selasa (8/9/2026).

Jemput Bola Lewat ‘Pasar Pasti’ dan Program ‘Daring’

Guna memangkas jarak dan antrean, Bapenda meluncurkan inovasi Pasar Pasti (Pasar Pelayanan Terpadu Terintegration). Melalui program ini, petugas tidak lagi pasif menunggu di kantor, melainkan turun langsung memberikan layanan hingga ke tingkat desa dan kedusunan.

Baca Juga :  Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Perubahan RAPBD 2024

Selain itu, Bapenda mengoptimalkan program Daring (Mendata Sambil Keliling). Petugas menyusuri pemukiman warga untuk memutakhirkan data objek pajak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara real-time.

“Bangunan yang awalnya belum ada lalu berdiri, atau yang tadinya satu lantai bertambah jadi dua lantai, langsung disegerakan pembaruan datanya. Ini merupakan potensi riil pendapatan daerah Kabupaten Sukabumi,” jelas Bima.

Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Digitalisasi e-SPPT

Dalam melangkah menuju tata kelola modern, Bapenda mulai menerapkan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan potensi pajak secara terperinci.

Uji coba sistem digital berbasis peta ini telah direalisasikan di tiga kecamatan krusial, yakni Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug.

“Melalui sistem SIG, peta kepatuhan langsung terlihat. Kita bisa memantau wilayah mana saja yang sudah melunasi kewajiban maupun yang masih memiliki tunggakan pokok,” paparnya.

Baca Juga :  Banjir Ruas Cidahu, Wabup Andreas Soroti Bangunan di Bahu Jalan: Jangan Seenaknya Bikin Coran

Sektor pembayaran pun kini dialihkan sepenuhnya ke kanal digital. Lewat layanan e-SPPT di smartphone, masyarakat dapat mengecek besaran PBB kapan saja tanpa harus bergantung pada berkas fisik.

Operasi Simpatik dan Apresiasi 7 Paket Umrah

Di sisi lain, Bapenda turut memperkuat pengawasan melalui operasi gabungan bersama sejumlah instansi. Namun pendekatannya diklaim tidak semata-mata penindakan.

Bima menyebut operasi tersebut dilakukan dengan pola edukasi dan penertiban secara persuasif. Selain itu, Bapenda berkolaborasi dalam penataan parkir wisata serta pengawasan izin pemanfaatan air tanah.

“Biasanya Operasi Gabungan itu menakutkan, tetapi kami melakukan operasi simpatik. Pelan-pelan tapi pasti, sambil diingatkan,” ujarnya.

Upaya mengejar kepatuhan pajak itu kemudian dibarengi pemberian apresiasi. Dalam Gebyar Sipenyu tahun ini, Bapenda menyiapkan tujuh paket umrah, 10 unit sepeda motor dan penghargaan bagi kepala desa yang mampu menyelesaikan pembayaran pajak lebih cepat.

Baca Juga :  Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Terjadi, Prakiraan Cuaca Jabar 6 April 2026

Namun bagi Bapenda, hadiah bukan satu-satunya tujuan. Yang ingin dibangun adalah kebiasaan masyarakat sekaligus perubahan pola pelayanan pemerintah.

“Strategi kolaborasi ini harus menjadi habit, harus menjadi civic-decision. Sebuah pelayanan publik itu harus menjadi budaya, sebuah habit, sebuah kebiasaan,” kata Bima.

Pada akhirnya, pajak tidak hanya diposisikan sebagai kewajiban administratif. Bapenda menekankan bahwa penerimaan pajak kembali menjadi bagian dari pembiayaan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Dengan kolaborasi aktif melalui pajak, membayar pajak akan membantu pembangunan, pajak akan membantu orang miskin, pajak akan membantu orang tidak mampu, pajak akan membantu orang putus sekolah,” tandasnya.

Traktir Kopi
Tag: