Beranda / Daerah / Carut Marut Lelang Pengelolaan Eks Terminal Sudirman, DPRD Kota Sukabumi Minta APH Turun Tangan

Carut Marut Lelang Pengelolaan Eks Terminal Sudirman, DPRD Kota Sukabumi Minta APH Turun Tangan

“Pemenang itu harusnya menyiapkan dana di awal bukan dicicil-cicil per bulan. Itu aturan baku. Kalau itu tidak dievaluasi, mereka (Disporapar dan Sagara) jelas tidak beres. Dari awal saya ingin kemampuan finansial dan kapasitas siapapun pengelolanya harus diutamakan. Tidak asal-asalan begini,” tudingnya.

Kritik pedas juga datang dari masyarakat. Surat penolakan yang ditandatangani oleh perangkat lingkungan RT.02 dan RW.04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, beredar luas. Mereka menyoroti kurangnya komitmen PT. Sagara terhadap lingkungan, minimnya rekrutmen tenaga kerja lokal, hingga penutupan akses warga ke Jalan Sudirman yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Panwascam Palabuhanratu Sosialisasikan Netralitas ASN dan Perangkat Desa Jelang Pilkada 2024

“Surat itu sudah dilayangkan ke dispora dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki tapi belum ada respon,” ujar Abah, salah seorang tokoh setempat.

Surat penolakan warga. | Foto: Ist

Yang lebih mengejutkan, saat mencoba menelusuri kantor PT Sagara Inovasi Sukabumi di Jalan Otista No 83 Nanggeleng Citamiang Kota Sukabumi, tak ada tanda apapun kantor tersebut berada di lokasi yang sesuai alamat surat PT Sagara.

Baca Juga :  Hujan Lebat Berpotensi Terjadi Sejak Pagi Hingga Malam, Prakiraan Cuaca Jabar 21 Januari 2026

Dari salinan google maps, alamat bernomor itu hanya tertera Apotek Kimia Farma dan Kantor Kelurahan Nanggeleng yang pindah sementara karena proses rehab. Adapun di seberangnya, ada sejumlah bangunan ruko yang berderet. Belum lama ini, di ruko itu terdapat sekretariat pemenangan Walikota-Wakil Walikota Sukabumi Ayep Zaki dan Bobby Maulana. Saat disambangi, kantor itu sudah berubah.

Baca Juga :  Pasca Penonaktifan 164 Ribu Peserta, Kuota BPJS PBI APBN di Kabupaten Sukabumi Tinggal 800 Ribu

“Tidak ada ah kantor Sagara. Ini mah saya benahin untuk jualan bukan kantor Kang,” terang salah seorang pekerja di ruko tersebut.

Sementara itu, Kadisporapar Tejo Condro Nugroho dan Ketua Pansel Ganjar Ramdani Saputra sulit dihubungi. Di kantor Disporapar, hanya beberapa staf yang enggan memberi komentar.

“Itu kewenangan kadis,” ujar salah satu staf singkat.

Halaman: 1 2

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!