Beranda / Daerah / Calon Jemaah Haji Kabupaten Sukabumi Dijadwalkan Berangkat pada Awal Mei 2026

Calon Jemaah Haji Kabupaten Sukabumi Dijadwalkan Berangkat pada Awal Mei 2026

JUBIRTVNEWS.COM – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan menyatakan calon jemaah haji Kabupaten Sukabumi direncanakan akan berangkat pada awal Mei 2026.

Manan melanjutkan, berdasarkan jadwal keberangkatan dari PPIH Provinsi Jawa Barat, calon jemaah haji Kabupaten Sukabumi tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 JKS bersama jemaah dari Kota Sukabumi dan Kota Bekasi.

“Jadwal sudah keluar, Insya Allah, kita masuk di kloter 13 JKS gabung dengan jemaah Kota Sukabumi dan Kota Bekasi. Direncanakan keberangkatan kita tanggal 7 Mei 2026. Jadwalnya sudah keluar dari PPIH Provinsi Jawa Barat,” kata Manan, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga :  442 Calon Haji Kloter 18 Dilepas Wabup Sukabumi, Termuda Berusia 20 Tahun

Manan menuturkan dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, jemaah yang paling sepuh berusia 90 tahun sedangkan yang paling termuda berusia 19 tahun.

“Yang paling sepuh ini usianya 90 tahun atas nama Rusdi Dodo warga Lengkong kemudian yang termuda itu 19 tahun, karena dia menggantikan ibunya yang meninggal,” ujarnya.

Baca Juga :  434 Calon Haji Kloter 6 Dilepas Bupati Sukabumi di Pusbangdai Cikembang, Didominasi Jemaah Perempuan

Manan menyatakan kuota haji Kabupaten Sukabumi pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 sebanyak 173 jemaah. Namun dari kuota tersebut, jemaah yang siap berangkat hanya 70 orang.

“Perlu kami sampaikan bahwa dari kuota haji Kabupaten Sukabumi tahun 2026 sejumlah 173 jemaah, yang sudah melunasi dan siap berangkat pada tahun ini sejumlah 70 orang jemaah, termasuk pembimbing ibadah haji dan juga petugas haji daerah,” tutur Manan.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Pertemuan Apindo dan BPJS Kesehatan, Soroti Isu Kepesertaan dan Fasilitas Kesehatan

Sementara itu, sekitar 100 calon jemaah haji belum siap berangkat karena berbagai sebab. Faktor ekonomi menjadi kendala yang paling dominan. Selain itu, terdapat pula jemaah yang terkendala kondisi kesehatan.

”Yang 100 karena berbagai macam alasan, ada yang sakit, ada yang karena faktor ekonomi, ada yang belum siap dan menunggu atau anaknya masih kecil. Rata-rata lebih banyak karena faktor ekonomi,” pungkasnya.

Tag:

Pos-pos Terbaru