JUBIRTVNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mendorong efisiensi dalam sektor pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Menurutnya, langkah ini berpotensi menghasilkan efisiensi hingga 10 sampai 15 persen.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkot Sukabumi saat ini tengah berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Konsultasi ini dilakukan guna mengkaji kemungkinan pengadaan barang dilakukan langsung ke pabrikan atau distributor, tanpa melalui pihak ketiga.
“Bisa tidak kita langsung kepada pihak pabrikan, kita belanja kepada pihak pabrikan atau juga belanja langsung ke distributor, tidak lagi menggunakan pihak ketiga,” kata Ayep, Selasa (31/3/2026).
Ia mencontohkan, Rumah Sakit Umum Daerah RSUD R. Syamsudin, S.H. atau RS Bunut terkait pembelian obat.
“Misalkan Bunut, bisa nggak Bunut membeli obat langsung ke pabrik? Tidak lagi melalui distributor, supaya kita lebih efisien karena ini untuk kepentingan pelayanan masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Ayep, efisiensi anggaran tidak hanya terbatas pada pengurangan perjalanan dinas, tetapi juga menyentuh sektor lain seperti pengadaan barang. Ia menilai, jika belanja daerah dapat dihemat hingga 10–15 persen, maka dampaknya akan sangat signifikan.
“Ini adalah bagian dari penerjemahan daripada efisiensi, bukan hanya apa perjalanan dinas saja, tapi ada instrumen pengadaan barang. Contoh misalkan kalau belanja daerahnya 100 persen, kalau kita bisa efisiensi sampai 10-15 persen, kan cukup lumayan baik,” pungkasnya.







