JUBIRTVNEWS.COM – Libur Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan akhir pekan menyebabkan arus lalu lintas mengalami kepadatan signifikan, mulai dari Exit Tol Bocimi Parungkuda hingga jalan arteri arah Sukabumi.
Hingga Minggu (15/2/2026) malam pukul 20.00 WIB, antrean kendaraan terpantau masih mengular di beberapa titik kunci.
Bagi kendaraan yang datang dari arah Jakarta dan Bogor, kepadatan mulai terjadi dari exit tol Parungkuda sampai wilayah Cibadak. Titik kepadatan di wilayah Cibadak meliputi Pamuruyan hingga ke Jembatan Leuwigoong berlanjut ke Karangtengah menyambung ke Segog.
Sedangkan dari arah sebaliknya yakni Sukabumi menuju Bogor, kepadatan mulai terjadi di Segog, Karangtengah, Pamuruyan sampai jembatan Cipangadegan. Selepas jembatan tersebut, arus lintas lancar baik itu yang mengarah ke Bogor melalui jalan arteri atau menuju Bogor dan Jakarta lewat tol.
Pemberlakuan Sistem Satu Arah (One Way)
Guna mengurai kemacetan dari arah Sukabumi menuju Bogor, Satlantas Polres Sukabumi memberlakukan sistem satu arah (one way) pada pukul 19.00 WIB selama kurang lebih satu jam.
Selama kebijakan ini berlangsung, kendaraan dari arah Bogor dan Jakarta yang menuju Sukabumi ditutup sementara mulai dari persimpangan Exit Tol Bocimi Parungkuda. Hal ini dilakukan untuk memprioritaskan arus kendaraan yang akan keluar meninggalkan Sukabumi.
Penyebab Lonjakan Kendaraan
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu M Yanuar Fajar, mengungkapkan bahwa kemacetan ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan. Selain libur panjang Imlek, banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk berwisata dan bersilaturahmi menjelang bulan suci Ramadan.
“Data terakhir dari Senkom Bocimi, jumlah kendaraan yang masuk ke Sukabumi mencapai sekitar 15 ribu kendaraan. Ini merupakan imbas dari hari kedua libur panjang, di mana banyak masyarakat yang bersilaturahmi maupun berwisata,” ujar Fajar.
Polisi memprediksi pergerakan arus akan berbalik dalam dua hari ke depan. Arus balik diperkirakan mulai terasa pada Senin (16/2) dan mencapai puncaknya pada Selasa (17/2/2026).
“Masyarakat yang hendak kembali ke kota asal diimbau mengantisipasi kepadatan dan memperhitungkan waktu perjalanan agar tidak terjebak antrean panjang di pintu keluar Sukabumi,” tandasnya.










