JUBIRTVNEWS.COM – Warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mendesak penuntasan pembangunan ruas jalan Waluran–Bojonggenteng yang masih menyisakan sekitar 4 kilometer. Persoalan infrastruktur tersebut menjadi aspirasi utama dalam Reses Ketiga Tahun 2026 Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Taopik Guntur, di Kampung Sinarjaya.
Dalam dialog bersama warga, masyarakat menyoroti kondisi pembangunan jalan yang belum tuntas, padahal ruas tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas warga dan aktivitas perekonomian, sekaligus menghubungkan Kecamatan Ciemas dengan Kecamatan Waluran.
“Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap pembangunan yang belum selesai bisa segera dilanjutkan karena jalan tersebut menjadi akses warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar salah seorang warga dalam sesi penyampaian aspirasi.
Berdasarkan aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, ruas jalan Kabupaten dari Waluran–Bojonggenteng memiliki panjang sekitar 9 kilometer. Dari total panjang itu, sekitar 5 kilometer telah dibangun, sedangkan 4 kilometer lainnya masih menunggu penanganan lanjutan.
Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap sisa pembangunan tersebut agar akses transportasi semakin baik dan kegiatan ekonomi masyarakat tidak terkendala.
Reses yang merupakan bagian dari agenda penyerapan aspirasi masyarakat Dapil VI itu dihadiri sekitar 120 warga. Turut hadir Kepala Desa Mekarjaya serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) atau UPTD PU Kecamatan Ciemas.
Taopik Tampung Aspirasi Warga

Taopik Guntur memberikan keterangan langsung kepada JUBIRTVNEWS, Senin (26/10/2026), mengatakan bahwa persoalan jalan Waluran–Bojonggenteng menjadi salah satu aspirasi yang perlu diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan pembangunan daerah.
“Dari reses hari ini, masyarakat menyampaikan aspirasi agar pembangunan jalan Waluran–Bojonggenteng bisa dituntaskan. Aspirasi ini kami catat dan akan kami bawa untuk diperjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujar Taopik Guntur.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, aspirasi warga akan menjadi bahan pembahasan dalam mendorong penentuan prioritas pembangunan daerah.
Taopik berharap pemerintah daerah dan perangkat terkait dapat memberikan perhatian terhadap ruas jalan yang belum terselesaikan tersebut, dengan mempertimbangkan perencanaan serta ketersediaan anggaran.












