Beranda / Pariwisata / Turunnya Debit Air Cisolok, Munculkan Sensasi Baru di Sekitar Semburan Geyser Cipanas Sukabumi

Turunnya Debit Air Cisolok, Munculkan Sensasi Baru di Sekitar Semburan Geyser Cipanas Sukabumi

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM — Alam seakan sedang menulis babak baru dalam kisah Geyser Cipanas. Di tengah kekeringan yang melanda, Sungai Cisolok yang biasanya mengalir deras kini menyusut hingga separuhnya. Namun, di tengah surutnya air itu, semburan Geyser Cipanas justru tetap menjulang, seolah menggapai langit yang tak lagi menurunkan hujan.

Musim kemarau yang tiba sejak pertengahan tahun 2026 telah menggerogoti debit air Sungai Cisolok perlahan-lahan. Puncaknya terjadi pada Oktober ini, air sungai yang biasanya menjadi tempat favorit wisatawan untuk bermain dan menikmati semburan geyser, kini hanya menyisakan aliran tipis yang mengalir di sela-sela batuan.

Namun, di balik penyusutan itu, sebuah pesona baru justru lahir.

Baca Juga :  Hujan Berpotensi Terjadi Siang Hari, Prakiraan Cuaca Jabar 9 April 2026

“Debit air sungai turun hingga 50 persen, tetapi semburan Geyser masih tetap ada dan tidak berkurang,” ungkap Febby Marwan, pengelola Geyser Cipanas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, dengan nada tegas. Selasa, (13/10/2026).

Yang biasanya tersembunyi di bawah permukaan air, kini terpampang jelas di hadapan mata. Pengunjung bisa menyaksikan langsung bagian dasar area sekitar sumber semburan geyser yang selama ini tertutup oleh aliran deras, sebuah pemandangan langka yang hanya muncul di musim kemarau ekstrem.

Bagi para wisatawan yang berkunjung, kemarau justru membawa pengalaman yang tak biasa. Air sungai yang biasanya sejuk, kini menghadirkan sensasi hangat yang berbeda. Percampuran antara semburan geyser yang panas dengan aliran air sungai yang menipis menciptakan kolam air hangat alami.

Baca Juga :  Grand Final Mojang Jajaka Sukabumi 2025 Ditunda, Karantina Peserta Tetap Jalan

“Pengunjung menikmati sensasi baru, yaitu adanya air sungai yang lebih panas dari biasanya akibat bercampurnya Geyser dan aliran air sungai yang sedikit,” lanjut Febby.

Keunikan ini pun menjadi daya tarik tersendiri. Di tengah penurunan jumlah pengunjung yang mencapai 30-35 persen akibat musim kemarau, mereka yang tetap datang justru mendapatkan pengalaman yang tidak akan mereka dapatkan di musim penghujan.

Sungai Cisolok yang biasanya menjadi lokasi favorit untuk bermain air, kini berubah wajah. Debit yang menyusut bukan berarti kehilangan pesona — justru sebaliknya, ia membuka lembaran baru yang selama ini tersembunyi.

Baca Juga :  Perkuat Kolaborasi, ASITA Sukabumi dan Dispar Sinergi Majukan Pariwisata di Usia ke-54

Geyser Cipanas tetap menyembur, tak terpengaruh oleh kemarau yang mengeringkan sungai. Ia seolah berkata: “Aku tetap di sini, bahkan ketika air yang menemaniku pergi.”

Dan bagi mereka yang berani datang di tengah kemarau, alam telah menyiapkan hadiah istimewa — sebuah kolam air hangat alami, pemandangan dasar sungai yang jarang terlihat, dan sensasi berendam yang berbeda dari biasanya.

Kemarau mungkin mengurangi air, tetapi tidak mengurangi keajaiban. Di Cisolok, ketika sungai menyusut, pesona justru mengalir lebih deras.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru