Beranda / Daerah / Didominasi Lansia, Warga Serbu Layanan “Grebeg Desil” Kota Sukabumi untuk Ajukan Penurunan Desil

Didominasi Lansia, Warga Serbu Layanan “Grebeg Desil” Kota Sukabumi untuk Ajukan Penurunan Desil

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi menghadirkan inovasi layanan jemput bola bertajuk “Grebeg Desil”. Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin mengecek, menyanggah, hingga mengajukan pembaruan data desil kesejahteraan sosial.

Sekretaris Dinsos Kota Sukabumi, Lulis Delawati, menjelaskan bahwa Grebeg Desil merupakan respons cepat pemerintah daerah dalam menjawab tingginya pertanyaan masyarakat terkait status data desil mereka.

Lulis menuturkan, tidak sedikit warga yang terkendala mengakses status desil secara mandiri lantaran keterbatasan perangkat telepon pintar (smartphone). Melalui layanan ini, warga dapat mengetahui posisi desil mereka sekaligus mendaftarkan diri pada program bantuan sosial yang sesuai.

Menurut dia, warga yang berada pada desil 1 sampai 4 dapat mengusulkan PKH dan BPNT, sedangkan desil 1 sampai 5 dapat mengusulkan Penerima Bantuan Iuaran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK).

Baca Juga :  Didominasi Cerah Berawan, Prakiraan Cuaca Jabar 19 April 2026

“Pertama, mengecek desilnya. Kemudian selanjutnya juga bisa mengusulkan bansos bagi yang desil 1 sampai 5. 1 sampai 4 bisa mengusulkan PKH, BPNT, 1 sampai 5 bisa mengusulkan PBI JK,” jelas Lulis di Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

Warga Berbondong-Bondong Ajukan Penurunan Desil

Dalam pelaksanaan perdana di tingkat kelurahan tersebut, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Sebagian besar warga yang hadir—didominasi oleh para orang tua dan lanjut usia (lansia)—membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Setelah mengambil nomor antrean, warga dipanggil bergiliran untuk mengecek peringkat desil yang tercatat dalam sistem. Menariknya, banyak warga yang mendapati status desil mereka berada di angka tinggi (desil 6 hingga 10) sehingga mengajukan pembaruan data agar bisa disesuaikan dengan realita ekonomi di lapangan.

Baca Juga :  Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Dispar Sukabumi Jalin Sinergi dengan Pelaku Usaha Akomodasi di Ujunggenteng

“Dapat juga menyanggah bansos ataupun menyanggah desil yang misalkan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. ​Pada hari ini cukup banyaknya adalah ingin adanya pembaruan data untuk tujuan penurunan desil. Desilnya banyak yang tinggi yang kemudian ingin dibarukan untuk menjadi desil rendah,” kata Lulis.

Lulis menjelaskan, pembaruan data yang diajukan masyarakat membutuhkan proses. Setelah pengajuan maka akan ditindaklanjuti oleh Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di masing-masing kelurahan. Menurutnya, seluruh kelurahan di Kota Sukabumi memiliki Puskessos yang didukung operator SIKS-NG untuk mengawal proses pembaruan data DTSEN.

“Tentu saja kalau untuk pembaruan data khususnya ya, itu tidak akan bisa selesai hari ini. Oleh karena itu nanti akan ditindaklanjuti oleh Puskessos kelurahan. Jadi kami di Kota Sukabumi memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial di seluruh kelurahan dan kita memiliki operator SIKS-NG. Jadi operator yang memang bisa mengawal untuk pembaruan data DTSN,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Tiket dan Fasilitas Wisata Pantai Minajaya Dipertanyakan, Pemkab Sukabumi Tanggapi Aspirasi Warga

Menurut Lulis, layanan Grebeg Desil sebelumnya telah melalui serangkaian uji coba, mulai dari perhelatan HUT Pramuka ke-65 di Kibitay (Kelurahan Lembursitu), disinergikan dengan program 12 Pas di Kelurahan Benteng, hingga akhirnya diuji coba langsung berbasis kelurahan di Kelurahan Jayamekar.

Melihat tingginya respons positif dari masyarakat, Dinas Sosial Kota Sukabumi berkomitmen untuk memperluas cakupan jadwal Grebeg Desil ke kelurahan-kelurahan lainnya dalam waktu dekat.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru