Beranda / Daerah / 3 Bulan Kemarau, Warga Cisaat Cicurug Sukabumi Rela Tempuh 2 Km Demi Air Bersih

3 Bulan Kemarau, Warga Cisaat Cicurug Sukabumi Rela Tempuh 2 Km Demi Air Bersih

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Kemarau yang melanda menyebabkan warga di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur yang mengering, membuat warga harus mencari air hingga 2 kilometer jauhnya.

Di desa tersebut terdapat dua sumber air yang biasa dimanfaatkan warga, yakni Cikombo dan Cigembang. Namun, Cigembang menjadi sumber air yang setiap hari didatangi warga karena aksesnya mudah dijangkau dari beberapa wilayah di desa tersebut yang terdampak kekeringan, diantaranya Kampung Sawahlega.

Warga Kampung Sawahlega, Fahmi (52), mengatakan musim kemarau telah berlangsung selama tiga bulan. Namun, kekeringan mulai dirasakan dampaknya dalam sebulan terakhir.

Baca Juga :  Pria 57 Tahun Meninggal Saat Naik Angkot di Cicurug Sukabumi, Diduga Alami Serangan Jantung

Menurut dia, kemarau membuat sumur milik warga mengering. Akibatnya, warga terpaksa mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hampir sebulan ngambil airnya begini mah. Kalau kemarau mah sudah tiga bulan,” kata Fahmi.

Untuk menuju mata air, warga menggunakan sepeda motor sambil membawa wadah seperti galon dan jerigen. Setibanya di lokasi, wadah tersebut diisi air dari mata air untuk kemudian dibawa pulang.

Sesampainya di rumah, air yang dibawa menggunakan galon atau jerigen itu kemudian dituangkan ke dalam wadah penampungan yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Paripurna Ke-3 Tetapkan Zakiyah Rahmah Addawiyah Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Sukabumi 2024-2029

Fahmi bersama warga lainnya biasanya mengambil air di lokasi tersebut pada pagi dan sore hari. Dalam sehari, mereka bahkan harus bolak-balik hingga beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang cukup banyak.

“Saya ambil ini ke sini biasa sore, kadang pagi, setiap hari. Karena kebutuhannya banyak ya, empat sampai lima kali ke sini,” ujarnya.

Selain mengambil air, warga juga memanfaatkan mata air Cigembang untuk mencuci pakaian. Di lokasi tersebut tersedia tempat mencuci yang biasa digunakan warga, sehingga mereka tidak hanya membawa galon atau jerigen, tetapi juga pakaian yang hendak dicuci.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijah 1446 H pada 27 Mei, Pantau Hilal di 114 Lokasi

“Kalau nyuci mah datang ke sini. Kalau ini buat minum, dimasak,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Cisaat Nanak Sukron menyatakan sebanyak 1.300 Kepala Keluarga atau sekitar 2.000 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur mengering sebab kemarau.

Dia menyatakan jumlah keluarga yang terdampak kekeringan itu tersebar di beberapa kampung, diantaranya Kampung Cidahu, Tenjolaya dan Sawahlega.

Nanak membenarkan, warga harus mencari air ke sumber air yang berjarak sekitar 2 kilometer dari perkampungan. Selain itu, warga juga menunggu penyaluran air bersih yang dilakukan oleh PMI.

Traktir Kopi
Tag: