JUBIRTVNEWS.COM – Perguruan Pencak Silat Sabandar Karimadi Palabuhanratu dinilai bukan sekadar tempat menempa kemampuan bela diri, tetapi bagian dari warisan budaya yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda Sukabumi.
Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha menilai keberadaan perguruan yang telah melewati perjalanan panjang tersebut harus dirawat sekaligus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Menurut Iman, Sabandar Karimadi memiliki modal sejarah, tradisi dan sumber daya manusia yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun karakter anak muda.
“Sahbandar Karimadi adalah perguruan legendaris yang wajib kita rawat, jaga, dan kembangkan terus. Tujuannya satu: agar terus melahirkan peserta didik yang berprestasi dan berkarakter,” kata Iman usai menghadiri Milad ke-45, Sabtu (29/8/2026).
Ia menegaskan, keberlanjutan perguruan pencak silat tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi. Regenerasi harus menjadi agenda utama agar nilai-nilai yang diwariskan para sesepuh dapat diteruskan kepada anak-anak muda.
Bagi Iman, pencak silat dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab dan solidaritas. Nilai tersebut dinilai penting di tengah perubahan pola kehidupan anak muda yang semakin dekat dengan teknologi dan dunia digital.
Karena itu, pengembangan Sabandar Karimadi perlu diarahkan agar mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus wadah prestasi.
“Saya akan berjuang sekuat tenaga agar Sahbandar Karimadi terus melangkah maju, tidak boleh melempem, apalagi padam. Harapan saya, perguruan ini makin jaya dan mencetak banyak anak muda berprestasi yang mengharumkan nama daerah maupun bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPK KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin turut menjadi bagian dari perhatian terhadap keberadaan Sabandar Karimadi. Dari perspektif kepemudaan, keberadaan perguruan seperti Sabandar Karimadi dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas ruang aktivitas positif bagi anak muda di Palabuhanratu.
“Kolaborasi antara perguruan pencak silat, organisasi kepemudaan dan berbagai unsur masyarakat menjadi penting agar pembinaan pemuda tidak berjalan sendiri-sendiri,” kata Ari.
Sabandar Karimadi kini menghadapi tantangan yang sama dengan banyak organisasi tradisional lainnya: bagaimana membuat generasi muda tetap tertarik belajar, berlatih dan meneruskan warisan yang telah dibangun para pendahulu.
“Di titik itulah regenerasi menjadi kunci. Jika tradisi hanya disimpan sebagai cerita masa lalu, ia berisiko kehilangan generasi penerus. Sebaliknya, jika dikembangkan dengan pendekatan yang dekat dengan anak muda, Sabandar Karimadi dapat menjadi bagian dari masa depan kepemudaan Sukabumi,” tambahnya.






