Beranda / Daerah / Fase Bulan Purnama, BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 30 Agustus hingga 4 September 2026

Fase Bulan Purnama, BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 30 Agustus hingga 4 September 2026

Traktir Kopi

JUBITVNEWS.COM – Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diprakirakan terjadi hingga awal September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk pesisir Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Potensi tersebut berkaitan dengan kondisi pasang maksimum air laut yang dapat meningkat seiring adanya fenomena fase Bulan Purnama pada 28 Agustus 2026.

Baca Juga :  Bejatnya Ayah di Sukabumi Ini, Cabuli Anak Kandung Hingga Berulang Kali

Dikutip dari unggahan Instagram BMKG melalui akun @infobmkg, Minggu (23/8/2026), berdasarkan hasil pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Untuk wilayah Jawa Barat, potensi banjir rob dipraki1rakan terjadi di pesisir Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran atau kawasan selatan Jawa Barat pada periode 30 Agustus hingga 4 September 2026.

Baca Juga :  Beban Berat di Pundak Sutopo Plt Camat Palabuhanratu, Hadapi Kompleksitas Wilayah Ibu Kota Kabupaten Sukabumi

Sementara itu, potensi banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang diprakirakan terjadi lebih awal, yakni pada 21 hingga 26 Agustus 2026.

Secara nasional, potensi banjir pesisir juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, hingga Maluku.

Baca Juga :  Kesaksian Warga saat Temukan Mayat Tanpa Kepala di Sungai Ciracap Sukabumi, Dikira Bangkai Ternak

BMKG mengingatkan bahwa banjir pesisir dapat berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pantai.

“Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” tulis BMKG dalam unggahannya.

Traktir Kopi
Tag: