Beranda / Lifestyle / Menkes Budi Gunadi Ungkap 5 Penyakit Penyebab Kematian Dini, Minta Penanganan Diperkuat di Daerah

Menkes Budi Gunadi Ungkap 5 Penyakit Penyebab Kematian Dini, Minta Penanganan Diperkuat di Daerah

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap lima kelompok penyakit yang menjadi perhatian pemerintah karena banyak menyebabkan masyarakat Indonesia meninggal pada usia relatif muda.

Kelima kelompok penyakit tersebut yakni stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit ginjal, serta masalah kesehatan ibu dan anak.

“Kita lihat nih penyakit apa sih yang paling banyak bikin orang Indonesia wafatnya muda? Stroke, jantung, kanker, ginjal, sama ibu-anak. Itu sebabnya lima penyakit ini mau kita utamakan penanganannya. Pak Presiden tugasin saya begitu,” kata Budi kepada awak media usai meresmikan fasilitas medis canggih di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/8/2026).

Menurut Budi, pemerintah kini mendorong penguatan layanan kesehatan untuk menangani penyakit-penyakit tersebut sedekat mungkin dengan masyarakat. Salah satunya melalui pemenuhan dan pemerataan fasilitas serta peralatan medis berteknologi tinggi di rumah sakit daerah.

Baca Juga :  Banjir Setinggi Paha Orang Dewasa Rendam Permukiman Warga Pamuruyan Cibadak Sukabumi

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan di RSUD Sekarwangi yang kini memiliki sejumlah layanan dan fasilitas kesehatan baru, seperti Cath Lab, CT Scan, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), dan Laboratorium Mikrobiologi.

Budi menilai keberadaan fasilitas tersebut penting agar masyarakat Sukabumi tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, terutama ke Bandung maupun Jakarta.

“Kalau bisa selesai di kabupaten/kota. Sayang kalau dirujuk sampai ke Jakarta atau ke Bandung. Jauh, masyarakat Sukabumi kasihan. Dokter-dokternya juga yang ada di sini enggak bisa melakukan ilmunya. Rumah sakitnya enggak bisa melayani masyarakatnya sendiri,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah secara bertahap menyalurkan berbagai peralatan kesehatan ke rumah sakit daerah. Budi menyebut sejumlah fasilitas tambahan juga akan segera didatangkan, termasuk mamografi untuk deteksi kanker payudara hingga fasilitas penunjang kemoterapi.

Baca Juga :  Jangan Lupa Bawa Payung! Prakiraan Cuaca Jabar 3 Desember 2025, Hujan Ringan hingga Lebat Berpotensi di Sejumlah Wilayah

“Alat-alat ini sudah datang, nanti akan lebih banyak lagi yang datang. Mamografi sebentar lagi mau datang. Untuk bisa kemoterapi juga nanti akan datang,” jelasnya.

Budi berharap penguatan fasilitas kesehatan tersebut membuat RSUD Sekarwangi semakin mampu menangani berbagai penyakit yang sebelumnya membutuhkan rujukan ke luar daerah.

“Sehingga Rumah Sakit Sukabumi bisa melayani masyarakat Sukabumi, kalau bisa 80 sampai 90 persen selesai di sini. Enggak usah dirujuk ke luar,” imbuhnya.

Minta Putra-Putri Sukabumi Jadi Dokter

Selain fasilitas kesehatan, Budi menilai ketersediaan tenaga kesehatan juga menjadi faktor penting dalam memperkuat pelayanan di daerah.

Menurutnya, keberadaan dokter yang berasal dari daerah setempat dapat memberikan sejumlah keuntungan, termasuk komunikasi yang lebih mudah dengan pasien dan keluarga.

Baca Juga :  Diresmikan Menkes dan Bupati Asep Japar, RSUD Sekarwangi Sukabumi Kini Punya Layanan Cathlab hingga CT Scan Canggih

Karena itu, Budi meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi ikut mendorong putra-putri asli daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran dan kemudian mengabdi di wilayahnya sendiri.

“Dirawat juga sama dokter yang asli orang Sukabumi yang dia kenal. Komunikasi bisa lebih lancar karena alat-alatnya ada,” kata Budi.

Ia berharap semakin banyak dokter asal Sukabumi yang memilih kembali dan bekerja di daerah sehingga penguatan fasilitas kesehatan dapat berjalan seiring dengan ketersediaan sumber daya manusia.

“Jadi doa saya, Pak Bupati, terima kasih. Tolong dibantu ya, Pak, dokternya. Putra-putri asli daerah diutamakan. Karena saya butuh putra-putri asli daerah Sukabumi jadi dokter di sini,” pungkasnya.

Traktir Kopi
Tag: