Beranda / Peristiwa / Gempa M 5,3 di Laut Pangandaran Terasa Hingga Sukabumi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,3 di Laut Pangandaran Terasa Hingga Sukabumi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026) malam. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, hingga Palabuhanratu.

Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 21.55.41 WIB dengan episenter berada di laut, sekitar 87 kilometer barat daya Pangandaran, pada koordinat 8,17 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,2 pada kedalaman 14 km.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Baca Juga :  Hari Nelayan Cisolok ke-28, Momentum Promosi Budaya dan Ekonomi Kreatif

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Wijayanto dalam keterangan resminya.

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan geser naik (oblique-thrust fault).

BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto.

Getaran Terasa di Sukabumi

Menurut laporan masyarakat yang diterima BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Di Kabupaten Bandung, seperti Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk, getaran dirasakan pada skala III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar melintas.

Baca Juga :  Terobos Derasnya Sungai Cikaso dengan Perahu, Petugas SPPG Antar MBG ke Pelosok Sukabumi

Sementara di Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Soreang, Pangalengan, dan Ciwidey, gempa dirasakan pada skala II-III MMI. Getaran dirasakan cukup jelas oleh sebagian warga yang berada di dalam bangunan.

Adapun di wilayah Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Palabuhanratu, getaran dirasakan pada skala II MMI, yaitu dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Tercatat Satu Gempa Susulan

BMKG mencatat hingga pukul 22.30 WIB telah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 2,2.

Wijayanto mengatakan BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga :  SPMB 2025 Tahap 2 Jabar, Ini Jadwal Lengkap dan Kuota Tiap Jalurnya

“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” ujarnya.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan gempa hingga dipastikan aman.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Wijayanto.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi melalui akun media sosial resmi @infoBMKG, situs BMKG, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

Traktir Kopi
Tag: