Beranda / Daerah / Bobby Maulana Ungkap Kondisi Volume Sampah Kota Sukabumi: Meningkat, Sabtu-Minggu 194 Ton

Bobby Maulana Ungkap Kondisi Volume Sampah Kota Sukabumi: Meningkat, Sabtu-Minggu 194 Ton

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyebutkan volume sampah di Kota Sukabumi terus mengalami kenaikan. Saat ini, produksi sampah harian mencapai sekitar 190 ton, meningkat dibanding sebelumnya yang berada di kisaran 187 ton per hari.

Peningkatan tersebut semakin terlihat saat akhir pekan. Menurut Bobby, pada Sabtu dan Minggu volume sampah dapat mencapai sekitar 193 hingga 194 ton per hari, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Sukabumi.

“Meningkat. Pokoknya intinya hari yang biasa 187 jadi 190. Dari 190, mungkin kalau Sabtu-Minggu naik jadi 193-194,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga :  18 Rumah Terdampak Banjir di Ciseureuh Sukabumi, Wakil Wali Kota Soroti Pengelolaan Sampah dan Pastikan Penanganan Cepat

Bobby juga mencontohkan kondisi di kawasan Lapang Merdeka. Pada hari biasa, volume sampah di lokasi tersebut berkisar tiga ton per hari. Namun saat akhir pekan, jumlahnya bisa melonjak menjadi enam hingga delapan ton per hari.

“Banyaknya wisatawan yang datang. Sukabumi makin padat, jumlah kunjungannya juga tinggi sekali sekarang,” katanya.

Untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Cikundul, Pemerintah Kota Sukabumi terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Sampah organik didorong untuk diolah menjadi kompos atau pupuk, sedangkan sampah non organik dapat dijual ke bank sampah maupun pengepul sehingga memiliki nilai ekonomi.

Baca Juga :  TPA Cikundul Overload, Pemkot Sukabumi Akan Tutup TPS dan Wajibkan Pilah Sampah dari Rumah

Seperti pelaksanaan Bazar Bayar Pakai Sampah hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Bank Sampah Cahaya, Yayasan Rompie, dan Restoe Boemi.

“Jadi ini adalah bentuk sosialisasi edukasi kepada masyarakat bahwa bisa ternyata sampah itu menghasilkan barang-barang yang bermanfaat,” tutur Bobby.

Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membawa berbagai jenis sampah nonorganik, seperti botol plastik, kardus, panci bekas, maupun barang lainnya. Sampah kemudian ditimbang dan dihargai sesuai kategori serta beratnya per kilogram. Selanjutnya, masyarakat akan menerima voucher yang dapat ditukarkan dengan berbagai kebutuhan, seperti mi instan, pakaian bekas layak pakai, voucher cek kesehatan gratis, hingga kebutuhan lainnya.

Baca Juga :  Pelantikan Apdesi Merah Putih Sukabumi Dihadiri Gubernur Jabar, Sampaikan Pesan Ini

Ia menilai pengelolaan sampah seperti itu lebih bernilai ekonomis karena sampah dapat didaur ulang melalui kerja sama dengan bank sampah maupun pelaku usaha.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin terbiasa melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Ini adalah bentuk daripada pengelolaan sampah dan keinginan pemerintah supaya masyarakat melakukan pemilahan untuk masa depan,” ujarnya.

Selain memperkuat upaya pemilahan sampah, Pemkot Sukabumi juga terus mengkaji berbagai skema pengolahan sampah, termasuk menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah pihak.

Traktir Kopi
Tag: