Beranda / Daerah / Tragedi Kebakaran Maut di Nyalindung Sukabumi: Polisi Ungkap Kronologi, Dermawan Siap Bangun Rumah Korban

Tragedi Kebakaran Maut di Nyalindung Sukabumi: Polisi Ungkap Kronologi, Dermawan Siap Bangun Rumah Korban

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Polisi mengungkap kronologi kebakaran rumah yang menewaskan tiga kakak beradik di Kampung Babakan Bandung RT 01/06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban, kabar baik datang setelah seorang dermawan menyatakan siap membangun kembali rumah yang hangus terbakar.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (23/7/2026) malam dan merenggut nyawa tiga kakak beradik berusia 9 tahun, 6 tahun, dan 4 tahun. Sementara itu, dua penghuni rumah lainnya, yakni nenek korban dan kakak perempuan korban yang berusia 14 tahun, berhasil selamat meski mengalami luka bakar ringan.

Kapolsek Nyalindung Iptu M. Yanuar Fajar menjelaskan, kebakaran bermula sekitar pukul 18.00 WIB ketika kakak korban menyalakan lilin akibat kondisi listrik padam. Lilin tersebut diletakkan di atas televisi dengan alas piring plastik sebelum ia bersama nenek dan ketiga adiknya tidur di kamar depan.

Sekitar pukul 19.30 WIB, remaja tersebut terbangun karena merasakan hawa panas dan mendapati api telah membakar ruang tamu. Atas arahan neneknya, ia segera keluar rumah untuk meminta pertolongan warga.

Baca Juga :  Kabupaten Sukabumi Rampungkan Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih, Jadi yang Pertama di Jabar

Sementara itu, sang nenek berusaha memadamkan api dengan mengambil air menggunakan ember dari kamar mandi.

“Sempat ke kamar mandi dan membawa air dalam ember untuk menyiram titik api di ruang tamu tersebut,” kata Fajar.

Namun, kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari bilik bambu. Nenek korban kemudian menyelamatkan diri keluar rumah.

Meski demikian, ia sempat berusaha kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan ketiga cucunya yang masih tertidur. Upaya tersebut gagal setelah warga melarangnya karena kobaran api sudah terlalu besar.

“Sempat mau masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan tiga orang cucunya yang tertidur di kamar depan, namun dilarang warga yang membantu memadamkan api karena api sudah membesar, sehingga tiga anak tersebut tidak terselamatkan,” ujar Fajar.

Warga bersama petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan api. Setelah proses pemadaman selesai, ketiga korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah akibat luka bakar.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Bencana, Hamzah Gurnita Fokus Kawal Bantuan untuk Korban Banjir Cisolok

Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan Puskesmas Cijangkar, ketiga korban mengalami luka bakar derajat tiga hingga mencapai 100 persen. Sementara itu, nenek korban mengalami luka bakar derajat satu pada telapak kaki kiri, sedangkan kakak korban mengalami luka bakar ringan pada lengan kiri.

Rumah Korban Akan Dibangun Dermawan

Di tengah musibah tersebut, Pemerintah Desa Wangunreja memastikan keluarga korban akan tinggal sementara di rumah kerabat sambil menunggu pembangunan kembali rumah mereka.

Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, mengatakan nenek korban bersama cucu yang selamat kini tinggal di rumah saudara. Kakek dan ibu korban juga berada di tempat yang sama untuk mendampingi keluarga yang masih berduka.

“Mereka tinggal sementara waktu di saudaranya,” kata Ganda, Jumat (24/7/2026).

Menurut Ganda, pembangunan rumah korban akan dilakukan berkat bantuan dari seorang dermawan yang bersedia menanggung seluruh biaya pembangunan rumah secara permanen. Selain itu, keluarga korban juga akan mendapatkan bantuan perlengkapan rumah tangga.

Baca Juga :  Daftar 12 Geopark Indonesia yang Kini Masuk UNESCO Global Geoparks, Salah Satunya Ciletuh Sukabumi

“Alhamdulillah ada donasi hamba Allah untuk rumah akan dibangun 100 persen. Alhamdulillah permanen. Selain rumah juga ada pelengkap rumah tangga,” ujarnya.

Untuk memudahkan penyaluran bantuan, Pemerintah Desa Wangunreja telah membuka posko yang menerima dan menyalurkan bantuan masyarakat, baik untuk pembangunan rumah maupun kebutuhan keluarga korban.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga telah menyalurkan bantuan kepada keluarga korban. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi Rina Rosmaniar Japar, bersama sejumlah pejabat terkait telah mengunjungi lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan.

Ganda menambahkan, perhatian saat ini tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan fisik keluarga korban, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis mereka. Terutama bagi nenek korban yang selama ini mengasuh ketiga anak tersebut serta kakak korban yang berhasil selamat dari kebakaran.

“Secara psikis perlu mungkin, saya minta kerjasama Puskesmas, untuk terus instens melihat secara fisik dan psikisnya, semua keluarga korban, saya ingin dimonitor,” pungkasnya.

Traktir Kopi
Tag: