Beranda / Peristiwa / Imah Gede Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Puing, Abah Hendrik: Tersisa Pakaian di Badan

Imah Gede Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Puing, Abah Hendrik: Tersisa Pakaian di Badan

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Musibah kebakaran yang meluluhlantakkan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026), tak hanya menghanguskan puluhan rumah warga. Imah Gede, rumah utama sekaligus pusat kegiatan adat milik Sesepuh Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, ikut rata dengan tanah.

Saat kebakaran terjadi, Abah Hendrik bersama keluarganya sedang berada di luar kampung adat untuk menjenguk kerabat. Sekitar pukul 14.00 WIB, ia menerima kabar bahwa api telah melahap kawasan Kasepuhan Ciptamulya dan segera bergegas pulang.

Baca Juga :  Duka di Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi: Puluhan Rumah Ludes Terbakar, 420 Jiwa Mengungsi

Namun setibanya di lokasi, rumah adat yang selama ini menjadi pusat kehidupan masyarakat kasepuhan telah berubah menjadi puing.

“Tak ada yang tersisa, habis semua. Sisa pakaian di badan ini,” ujar Abah Hendrik kepada awak media dengan nada pasrah.

Baca Juga :  Video: Uji Kompetensi Perangkat Desa di Jampangkulon Sukabumi, Pastikan Rekrutmen Transparan dan Akuntabel

Menurut Abah Hendrik, pendataan kerusakan masih berlangsung. Bukan hanya rumah warga yang terbakar, tetapi juga sejumlah bangunan penting, termasuk leuit atau lumbung penyimpanan padi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan dan tradisi masyarakat adat.

Ia memperkirakan jumlah bangunan yang terdampak mencapai lebih dari 50 unit. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum yang berada di sekitar Imah Gede sebelum merembet cepat ke bangunan lain yang mayoritas berbahan kayu.

Baca Juga :  Akses Jalan Sulit, Warga dan Petugas Padamkan Kebakaran Kebun di Ciracap Sukabumi Pakai Ranting-Pelepah Kelapa

Adapun data sementara BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sekitar 70 rumah terdampak, dengan 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa kehilangan tempat tinggal. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah tersebut.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru