JUBIRTVNEWS.COM – Fakta baru terungkap dalam peristiwa tewasnya seorang tukang sayur akibat tersambar Kereta Api di wilayah Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026) sore. Korban diketahui bernama Asep Yusup (49), warga Kampung Babakan Pendeuy RT 01/05, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda.
Pria paruh baya tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak KA Pangrango relasi Sukabumi–Bogor di KM 31+400/300 petak jalan Parungkuda–Cicurug sekitar pukul 15.42 WIB.
Ketua RW 05 Kampung Babakan Pendeuy, Asep Juanda, membenarkan bahwa korban sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayuran dan hasil pertanian. Menurutnya, korban cukup sering melintasi jalur rel kereta saat beraktivitas.
“Memang itu warga saya. Beliau kesehariannya berjualan sayuran seperti daun singkong dan hasil tani lainnya,” ujar Asep kepada wartawan.
Menurut Asep, korban juga diketahui memiliki gangguan pendengaran yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab korban tidak menyadari datangnya kereta.
“Memang pendengarannya kurang,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 01, Rully. Ia mengaku menerima kabar adanya warga yang tertabrak kereta api setelah waktu Ashar dan langsung menuju lokasi kejadian.
“Saya dapat informasi setelah Ashar, kemudian langsung ke lokasi,” ujarnya.
Saat tiba di lokasi, kondisi korban sudah tergeletak di jalur rel dengan luka berat pada sejumlah bagian tubuh.
“Korban berada di tengah rel. Kondisinya cukup parah, terutama di bagian kepala dan kaki,” katanya.
Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, masinis KA Pangrango telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan suling sebelum kejadian.
Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat dan karakteristik kereta api yang membutuhkan jarak pengereman panjang, insiden tidak dapat dihindari.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut,” ujar Franoto.
Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Pangrango sempat mengalami keterlambatan sekitar lima menit untuk proses pemeriksaan rangkaian dan memastikan jalur aman dilalui. Setelah dilakukan pengecekan, perjalanan kereta kembali dilanjutkan.
PT KAI kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang jalur rel kereta api karena area tersebut merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur rel sebagai akses berjalan kaki maupun tempat beraktivitas lainnya. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” pungkas Franoto.
Sebelumnya, Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, membeberkan bahwa kronologi kejadian memilukan tersebut bermula ketika korban sedang melakukan aktivitas rutinnya dengan berjalan kaki menjajakan sayuran di sekitar lokasi kejadian. Jalur rel kereta api di samping kompleks perumahan tersebut memang kerap dilintasi oleh warga setempat.
“Saat hendak melewati tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga sama sekali tidak menyadari adanya kedatangan Kereta Api Pangrango yang tengah melaju kencang dari arah Relasi Sukabumi menuju Bogor Paledang. Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindarkan sehingga korban tertabrak,” ujar AKP Erman saat memberikan keterangan resmi.
Kerasnya hantaman dari ular besi tersebut mengakibatkan nyawa korban tidak dapat tertolong. Korban dilaporkan langsung mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.





