Beranda / Daerah / Ada Fenomena Super New Moon, BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sukabumi pada 13-20 Juni 2026

Ada Fenomena Super New Moon, BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sukabumi pada 13-20 Juni 2026

☕ Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diprakirakan terjadi pada 13 hingga 20 Juni 2026. Peringatan tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seiring adanya fenomena astronomi Super New Moon yang terjadi pada 15 Juni 2026.

Fenomena Super New Moon merupakan kondisi ketika fase bulan baru bertepatan dengan posisi bulan berada di titik terdekatnya dengan bumi (perigee). BMKG menyebut fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Baca Juga :  Ada Bibit Siklon Tropis 91S, BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Jabar

Dikutip dari unggahan Instagram BMKG melalui akun @infobmkg, Kamis (11/6/2026), berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Untuk wilayah Jawa Barat, BMKG memprakirakan banjir rob berpotensi terjadi di pesisir Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran pada periode 13 hingga 20 Juni 2026.

Selain itu, potensi rob juga diprediksi terjadi di pesisir Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang pada 10-19 Juni 2026, serta wilayah pesisir Subang, Indramayu, dan Cirebon pada 8-12 Juni dan kembali berpotensi terjadi pada 20-24 Juni 2026.

Baca Juga :  Awal Pekan Berpotensi Hujan di Sejumlah Wilayah, Prakiraan Cuaca Jabar 27 April 2026

Secara nasional, BMKG mencatat potensi banjir rob juga mengancam sejumlah wilayah pesisir lainnya seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, hingga Maluku.

Baca Juga :  Jalan Penghubung di Desa Ciparay Sukabumi Diperbaiki, Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

BMKG menjelaskan, banjir pesisir berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pantai. Dampaknya antara lain dapat dirasakan pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di permukiman pesisir, hingga aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” tulis BMKG dalam unggahannya.

☕ Traktir Kopi
Tag: