Beranda / Daerah / Warga Kecewa, Relokasi Korban Banjir Cidadap Sukabumi Mandek Akibat Terkendala Alat Berat

Warga Kecewa, Relokasi Korban Banjir Cidadap Sukabumi Mandek Akibat Terkendala Alat Berat

JUBIRTVNEWS.COM – Harapan puluhan keluarga korban banjir di Kampung Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, untuk segera menempati hunian baru masih tertahan.

Meski lahan relokasi telah disiapkan dan sebagian warga bahkan telah membeli tanah secara mandiri, proses relokasi hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti karena terkendala belum tersedianya alat berat untuk meratakan lokasi pembangunan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga yang merasa proses relokasi berjalan lambat tanpa kepastian. Padahal, kawasan relokasi yang berada di Dusun Kaung Luwuk, Kampung Babakan Cisarua, telah disepakati sebagai lokasi baru bagi warga terdampak banjir yang selama ini hidup dalam ketidakpastian pascabencana.

Salah seorang warga, Heri, mengungkapkan masyarakat telah berupaya mendukung program relokasi dengan kemampuan sendiri. Sebanyak 34 rumah direncanakan akan dipindahkan ke lahan hasil pembelian mandiri warga. Namun hingga kini pembangunan belum dapat dimulai karena lahan masih dalam kondisi belum rata.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Bencana, Hamzah Gurnita Fokus Kawal Bantuan untuk Korban Banjir Cisolok

“Dari pihak terkait seperti desa, kecamatan, belum ada tindakan sama sekali sampai sekarang,” ujar Heri, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, warga telah berulang kali menanyakan perkembangan relokasi kepada pemerintah desa maupun kecamatan. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pengerjaan maupun langkah konkret yang akan dilakukan di lapangan.

Selain persoalan relokasi, warga juga mempertanyakan kelanjutan bantuan kontrakan yang sebelumnya telah disurvei oleh pihak terkait. Berdasarkan informasi yang diterima masyarakat, bantuan tersebut masih terkendala proses administrasi sehingga belum dapat direalisasikan.

Kekecewaan warga semakin bertambah karena hingga kini belum ada satu pun rumah yang berdiri di lokasi relokasi. Heri menilai, apabila proses perataan lahan dilakukan lebih cepat, warga sebenarnya sudah dapat mulai membangun rumah sederhana secara bertahap.

“Jadi warga itu merasa keselnya ya kalau seandainya alat berat dipercepat, mungkin dari dulu warga sudah bisa mulai membangun rumah sederhana,” katanya.

Baca Juga :  Penanaman 500 Pohon Mangrove di Pangumbahan, Wujudkan Rehabilitasi Pesisir Sukabumi

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Simpenan Supendi mengakui bahwa proses relokasi memang masih terhambat pada ketersediaan alat berat. Menurutnya, Pemerintah Kecamatan Simpenan terus berupaya mendorong percepatan penanganan dengan berkoordinasi kepada berbagai pihak terkait.

Supendi menjelaskan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional alat berat sebenarnya telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Namun alat berat yang dibutuhkan hingga kini belum dapat diterjunkan ke lokasi.

“Untuk BBM sudah siap dari BPBD, cuman alat beratnya yang jadi masalah,” kata Supendi saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi untuk meminta bantuan alat berat. Namun alat tersebut masih digunakan untuk pekerjaan lain sehingga belum bisa dialihkan ke lokasi relokasi warga Cisarua.

Baca Juga :  Kebakaran Warung Bensin Milik Pasutri Lansia di Loji Sukabumi, Perhiasan dan Dagangan Ikut Ludes

“Saya sudah mencari ke Dinas PU, belum selesai karena masih dipakai katanya. Bingung alat beratnya,” ujarnya.

Menurut Supendi, persoalan tersebut juga telah dilaporkan langsung kepada Bupati Sukabumi sebagai bentuk upaya percepatan penanganan bagi warga terdampak bencana.

“Ke bupati juga sudah disampaikan, tinggal alat beratnya,” tambahnya.

Hingga saat ini, lahan relokasi masih menunggu proses perataan sebelum pembangunan rumah dapat dimulai. Pemerintah Kecamatan Simpenan memastikan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta instansi teknis terkait terus dilakukan agar alat berat segera tersedia.

Sementara itu, warga berharap janji relokasi yang telah lama disampaikan pemerintah tidak berhenti sebatas wacana. Mereka menginginkan langkah nyata di lapangan agar proses pembangunan hunian baru segera dimulai dan puluhan keluarga korban banjir memperoleh kepastian tempat tinggal yang aman dan layak setelah berbulan-bulan menunggu pascabencana.

Tag:

Pos-pos Terbaru