Beranda / Nasional / Yusril Usul Ambang Batas Parlemen Berbasis Jumlah Komisi DPR, Partai Wajib Kantongi Minimal 13 Kursi

Yusril Usul Ambang Batas Parlemen Berbasis Jumlah Komisi DPR, Partai Wajib Kantongi Minimal 13 Kursi

☕ Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, melontarkan gagasan baru terkait ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang berpotensi mengubah peta politik di DPR RI.

Dalam usulannya, Yusril menilai jumlah komisi di DPR seharusnya menjadi dasar penentuan ambang batas bagi partai politik untuk bisa duduk sekaligus membentuk fraksi di parlemen. Saat ini, DPR memiliki 13 komisi, angka yang menurutnya ideal dijadikan patokan minimal perolehan kursi.

Baca Juga :  Resmi Dimulai, Empat Desa di Babakan Madang Jadi Lokasi KKN Mahasiswa IAI-N Laa Roiba Bogor

“Kalau acuannya jumlah komisi, berarti partai politik harus punya minimal 13 kursi,” ujar Yusril usai menghadiri Bimbingan Teknis Anggota DPRD di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Namun, ia menegaskan skema ini tidak akan mematikan partai kecil. Justru, partai yang tidak mencapai ambang tersebut tetap bisa mengirimkan wakilnya ke DPR dengan cara berkoalisi atau bergabung dalam fraksi partai lain hingga memenuhi syarat minimal.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijah 1446 H pada 27 Mei, Pantau Hilal di 114 Lokasi

Menurut Yusril, pendekatan ini lebih adil karena menghindari hilangnya suara rakyat akibat tidak lolosnya partai di parlemen. Ia menekankan, sistem pemilu proporsional yang dianut Indonesia seharusnya menjamin seluruh aspirasi pemilih tetap terwakili.

“Dengan cara ini, tidak ada suara yang terbuang. Semua tetap bisa terakomodasi secara representatif,” tegasnya.

Baca Juga :  Terbitkan SE, Kemenag Imbau Masjid hingga Musala Buka 24 Jam saat Mudik Lebaran 2025

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Yusril mendorong revisi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Ia menyebut revisi ini penting sebagai landasan hukum dalam menentukan formula ambang batas yang lebih rasional dan inklusif.

“Ini bisa jadi jalan tengah untuk menjawab polemik soal threshold, sekaligus mengatur pembentukan fraksi secara lebih jelas,” pungkasnya.

☕ Traktir Kopi
Tag: