JUBIRTVNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memprakirakan hujan dengan intensitas rendah hingga menengah masih berpotensi terjadi selama periode Idulfitri 2026. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya pemudik, diminta meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa secara umum curah hujan di wilayah Jawa Barat berada pada kategori rendah hingga menengah. Namun, sejumlah daerah diprediksi mengalami curah hujan tinggi, seperti sebagian besar Majalengka, Kuningan bagian barat daya, sebagian wilayah Sumedang, serta Subang bagian tenggara.
“Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi,” ujar Rahayu dikutip dari laman jabarprov.go.id Selasa (17/3/2026).
BMKG juga mencatat potensi gelombang laut di perairan Jawa Barat berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter atau tergolong sedang. Selain itu, terdapat potensi banjir rob pada 19 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru dan pada 22 Maret 2026 yang dipicu fenomena perigee.
Pemerintah dan pemangku kepentingan diimbau untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang akibat hujan lebat.
“Kepada instansi terkait agar memperhatikan ruas jalan rawan banjir dan longsor, memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang, serta menertibkan reklame yang berisiko roboh saat angin kencang,” kata Teguh.
Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya, mengingatkan bahwa musim hujan yang masih berlangsung berpotensi memicu gerakan tanah, terutama di wilayah lereng curam dan kawasan dengan batuan vulkanik lapuk.
Ia menyebutkan sejumlah wilayah di Jawa Barat yang rawan longsor, antara lain Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.
Adapun jalur yang perlu diwaspadai di antaranya Jalur Puncak, Jalan Raya Cibadak–Sukabumi, Garut Selatan, serta jalur Lembang–Maribaya–Subang yang rawan longsor saat hujan deras.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan memilih berangkat pada pagi hingga siang hari, serta menghindari perjalanan malam saat hujan lebat.
Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan perbukitan, mengurangi kecepatan kendaraan, serta tidak berhenti di bawah tebing, terutama saat dan setelah hujan.
“Kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan saat melintas di lereng curam. Hindari berhenti di bawah tebing, terutama saat hujan atau setelah hujan,” ujar Hadi.
Pemudik juga diingatkan untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi rambu lalu lintas dan pengalihan jalur yang diberlakukan demi keselamatan bersama.










