JUBIRTVNEWS.COM – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, meninjau langsung progres pembangunan ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3, Senin (9/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur yang rencananya akan dibuka secara fungsional guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik libur Lebaran 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi oleh jajaran Polda Jabar, Direktur Utama PT Trans Jabar Tol Abdul Hakim, perwakilan PT Waskita, serta Kapolres Sukabumi, AKBP Samian.
Irjen Pol Rudi menegaskan bahwa fungsionalisasi ruas tol ini sangat krusial dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kehadiran tol ini diharapkan mampu memangkas tujuh titik kemacetan panjang yang selama ini kerap menjadi momok bagi para pemudik di jalur arteri.
“Bocimi 3 ini sangat strategis sekali kalau nanti difungsikan pada masa operasi ketupat lodaya 2026. Kenapa? Karena akan memotong jalur arteri di mana terdapat 7 spot kemacetan yang sangat panjang sehingga ini sangat diharapkan sekali oleh masyarakat yang hendak mudik dan balik nanti,” kata Rudi.
Target Rampung dan Mekanisme Operasional
Berdasarkan hasil pemantauan, Rudi menyebut masih terdapat sekitar 150 meter ruas jalan yang dalam tahap pengecoran akhir dan ditargetkan rampung pada 12 Maret. Dengan demikian, jalur tol fungsional ini dijadwalkan mulai dapat dilintasi oleh kendaraan umum pada 13 Maret 2026.
Untuk skema lalu lintas, kendaraan yang menuju Sukabumi tidak akan diarahkan keluar di exit Tol Parungkuda, melainkan diteruskan masuk ke jalur fungsional hingga keluar di jalan alternatif Nagrak, wilayah Karangtengah, Cibadak. Setelah itu, perjalanan menuju Kota Sukabumi dilanjutkan melalui jalur arteri.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan saat meninjau pembangunan ruas Tol Bocimi Seksi 3, Senin (9/3/2026). | Foto: Ist
Demi menjamin aspek keselamatan, pihak kepolisian menetapkan operasional tol fungsional hanya dilakukan pada siang hari.
“Untuk operasional tadi sudah koordinasi karena kita juga ingin para pemudik ini nyaman, untuk itu kita membukanya pagi hari. Ketika sudah gelap, sudah mau terbenam matahari, ini kita tidak gunakan kembali,” jelas Rudi.
Sistem Satu Arah
Selain itu, tol fungsional tersebut direncanakan akan dimanfaatkan baik untuk arus mudik maupun arus balik. Penerapan lalu lintasnya menggunakan sistem satu arah dengan dua lajur yang tersedia, sehingga tetap dapat dilalui dua kendaraan secara bersamaan. Saat arus mudik kendaraan akan diarahkan ke satu jalur tertentu, sedangkan saat arus balik akan dialihkan ke arah sebaliknya.
“Satu arah saja yang akan kita gunakan, nanti ada dua lajur jadi bisa dua kendaraan. Kalau nanti mudik kita arah dari A, nanti baliknya arah B,” pungkas Kapolda Jabar.









