JUBIRTVNEWS.COM – Bupati Sukabumi Asep Japar menyatakan Kampung Cijambe RT 05/07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, sudah tak bisa lagi dihuni oleh warga karena pergerakan tanah. Karena itu, relokasi perlu segera dilakukan.
Asep mengungkapkan bahwa dirinya telah meninjau langsung lokasi pergerakan tanah pada Rabu (4/3/2026). Dari hasil peninjauan tersebut, ia menyebutkan bahwa hingga kini tanah di area tersebut masih terus mengalami pergerakan.
“Melihat kondisi yang hari ini, tanah terus bergerak. Ini kelihatannya akan lama, karena kan melihat langsung kondisi rumah yang ada disini, hari ke hari ini terus bergerak dan ini perlu penanganan yang serius dan kelihatannya ini tidak bisa dihuni lagi, dari pemerintah harus segera mempersiapkan untuk relokasi,” ujar Asep.
Asep menyebutkan bahwa lahan untuk relokasi sudah tersedia. Namun, lokasi itu masih perlu ditinjau dan dikaji lebih lanjut untuk memastikan keamanannya dari potensi pergerakan tanah.
“Tanah memang ada tapi akan dicek, diuji dulu, apakah itu aman dari pergerakan tanah. Kalau misalkan disini aman, kita akan lakukan [relokasi] disini,” tuturnya.
Asep menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah kondisi warga terdampak yang tengah mengungsi, khususnya mereka yang berada di posko pengungsian. Pemerintah akan mengupayakan agar para pengungsi tersebut dapat tinggal di rumah-rumah yang nantinya disewa.
“Yang penting para keluarga yang hari ini diposko diselamatkan, supaya di tempat-tempat tinggal untuk nanti sewa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana, menyampaikan bahwa pergerakan tanah tersebut berdampak pada 214 kepala keluarga. Ia menuturkan, peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan warga harus mengungsi.
Menurut Eki, sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri, ada pula yang telah menyewa rumah. Namun, mayoritas warga terdampak saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
“Yang pertama pengungsi mandiri, dengan kesadaran sendiri mungkin karena kondisi dan lainnya sebagainya sebanyak 48 kepala keluarga, kemudian yang pindah lalu mengontrak rumah itu satu keluarga, kemudian yang ada di tenda penampungan sebanyak 63 kepala keluarga atau 207 jiwa,” tandasnya.









