JUBIRTVNEWS.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, warga Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan kualitas makanan MBG yang diduga tidak layak konsumsi. Keluhan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah video berdurasi 57 detik di media sosial, pada Rabu (28/1/2026).
Dalam video itu terlihat satu paket makanan MBG untuk pelajar yang berisi nasi, sayur kacang campur wortel, nugget, jeruk, dan tahu. Namun perhatian warga tertuju pada kondisi lauk dan buah yang dinilai sudah tidak segar. Tahu tampak berjamur, sementara jeruk terlihat lembek dan tidak layak dimakan.
Suara seorang pria dalam video tersebut terdengar menyampaikan keluhan dengan nada kecewa. Ia meminta agar makanan MBG diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan ke sekolah. Menurutnya, tahu yang berjamur dan buah yang tidak segar berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak jika tetap dikonsumsi.
“Hapunten, mohon diperhatikan. Untuk MBG ke sekolah, kalau sudah bulukan jangan dimasukkan. Lihat ini tahu sudah berjamur, jeruknya juga sudah lembek. Makanan seperti ini sudah tidak higienis,” ujar pria tersebut dalam rekaman video.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa dalam video itu terjadi di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Video tersebut pun dengan cepat menyebar dan memicu reaksi warga, terutama para orang tua siswa yang khawatir terhadap keamanan makanan yang diterima anak-anak mereka.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengadaan dan distribusi MBG, mulai dari proses memasak, penyimpanan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.
Mereka menegaskan, program MBG seharusnya benar-benar menjamin makanan yang sehat, segar, dan higienis, bukan justru menimbulkan kekhawatiran baru.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun instansi terkait mengenai temuan makanan berjamur tersebut.










