Beranda / Daerah / Percepat Respon Penanganan Bencana, PMI Sukabumi Perkuat SIBAT di Daerah Rawan dan Minim Jaringan

Percepat Respon Penanganan Bencana, PMI Sukabumi Perkuat SIBAT di Daerah Rawan dan Minim Jaringan

JUBIRTVNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana dan daerah dengan keterbatasan akses jaringan komunikasi melalui pembentukan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

Penguatan kesiapsiagaan tersebut dilakukan melalui Program Resilience through Community and Connectivity (RCC) Fase-2, hasil kolaborasi PMI Kabupaten Sukabumi bersama Atma Connect dan Internet Society Foundation. Program ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam respon awal bencana sekaligus penguatan konektivitas komunikasi.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menyampaikan bahwa tingkat risiko bencana di Kabupaten Sukabumi tergolong tinggi sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor kunci dalam meminimalkan dampak bencana.

Baca Juga :  Rapat Dinas Perdana 2026, Pemkab Sukabumi Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana dan Layanan Publik

“PMI memandang penting membangun kesiapsiagaan sejak tingkat masyarakat. Melalui orientasi SIBAT, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi korban, tetapi juga berperan aktif dalam upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” ujar Hondo, Minggu (25/1/2026) seperti dikutip dari media sosial Pemkab Sukabumi.

Ia menjelaskan, perekrutan relawan SIBAT difokuskan pada wilayah rawan bencana sekaligus daerah dengan keterbatasan konektivitas komunikasi. Wilayah tersebut meliputi Desa Tegallega Kecamatan Cidolog, Desa Bojongtugu Kecamatan Curugkembar, Desa Citamiang, Desa Margaluyu, serta Desa Cimerang Kecamatan Purabaya.

Menurut Hondo, keberadaan relawan SIBAT di wilayah tersebut diharapkan mampu mempercepat respon awal kebencanaan dan mengurangi risiko kerugian sebelum bantuan dari luar wilayah tiba.

Baca Juga :  Diduga Sopir Ngantuk, Pick Up Muatan Bahan Bangunan Masuk Jurang di Waluran Sukabumi

Sementara itu, Direktur Lapangan Atma Connect, Alfan Kasdar, mengatakan Program RCC Fase-2 merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung.

“Dari pelaksanaan sebelumnya, terlihat adanya peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” kata Alfan.

Ia menegaskan bahwa konektivitas komunikasi memiliki peran penting dalam respon kebencanaan, setara dengan layanan dasar lainnya seperti evakuasi, logistik, dan pelayanan kesehatan.

“Dalam kondisi respon bencana, konektivitas komunikasi sama pentingnya dengan pelayanan kebutuhan masyarakat seperti evakuasi, logistik, pelayanan kesehatan dan sosial, serta pemenuhan kebutuhan air bersih. Tanpa komunikasi yang baik, seluruh layanan tersebut akan sulit berjalan secara efektif,” tegasnya.

Baca Juga :  Menko Muhaimin Tinjau Lokasi Bencana di Cisolok Sukabumi, Tegaskan Pentingnya Perlindungan Sosial Adaptif

Ia menambahkan, pengalaman penanganan bencana di wilayah Sumatera menunjukkan bahwa terputusnya jaringan komunikasi dapat menghambat koordinasi dan memperlambat respon di lapangan.

“Belajar dari pengalaman bencana di Sumatera, saat konektivitas terputus, komunikasi dan koordinasi menjadi terhambat. Karena itu, penguatan konektivitas berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan,” jelas Alfan.

Melalui program RCC Fase-2 ini, PMI Kabupaten Sukabumi bersama para mitra berharap terbentuknya relawan SIBAT yang tangguh, responsif, serta didukung oleh sistem komunikasi yang memadai, sehingga mampu mempercepat respon kemanusiaan dan meminimalkan dampak bencana di wilayah rawan.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!