JUBIRTVNEWS.COM – Dugaan buruknya kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, membuahkan petaka.
Empat orang dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi paket makanan MBG yang dibagikan di salah satu sekolah di Desa Loji, Rabu (28/1/2026).
Keempat korban yang terdiri dari dua pelajar dan dua orang guru kini tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Simpenan. Mereka mengeluhkan gejala serupa, yakni mual, muntah berulang, lemas, hingga sesak napas.
Agus, salah satu anggota keluarga pelajar yang menjadi korban, menyebut keponakannya langsung tumbang tak lama setelah menyantap menu tersebut di sekolah.
“Keponakan saya sudah muntah enam kali, dua kali di rumah dan muntah lagi di sini, makanya langsung kami bawa ke Puskesmas,” ujar Agus.
Agus menambahkan, kecurigaan warga terhadap kualitas makanan sebenarnya sudah mencuat sejak pagi hari sebelum jatuh korban. Kondisi lauk pauk yang disajikan dinilai jauh dari standar kelayakan.
“Sejak pagi sudah viral di media sosial. Ada tahu buluk dan bahan makanan lain yang kondisinya tidak layak. Saya juga sempat menanyakan langsung ke pihak SPPG,” bebernya.
Menanggapi kejadian tersebut, Camat Simpenan, Supendi, menyampaikan sikap tegas. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak akan mentolerir kelalaian dalam program yang menyangkut keselamatan masyarakat, terlebih anak-anak sekolah.
“Saya sudah berkali-kali menegaskan kepada seluruh penyedia MBG di Kecamatan Simpenan, jangan sekali-kali bermain dengan nyawa. Ini program mulia, bukan untuk cari keuntungan,” tegas Supendi.
Supendi menyatakan, kejadian keracunan ini akan segera dilaporkan secara resmi kepada Bupati Sukabumi, sekaligus menjadi bahan evaluasi serius terhadap pelaksanaan MBG di wilayahnya.
“Kalau terbukti ada kelalaian atau pelanggaran, kami tidak akan ragu melaporkan. Ini harus jadi peringatan keras. Kualitas, jumlah, dan sasaran harus tepat,” tambahnya.
Pemerintah Kecamatan Simpenan bersama Forkopimcam memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sebelumnya, kualitas paket MBG di Desa Loji sempat memicu polemik setelah sebuah video berdurasi 57 detik viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria menunjukkan paket makanan berisi nasi, sayur, nugget, tahu, dan jeruk.
Namun, kondisi tahu terlihat sudah ditumbuhi jamur dan buah jeruk dalam kondisi lembek serta membusuk. Warga berharap pihak berwenang segera mengaudit proses pengadaan, mulai dari dapur hingga pendistribusian, guna menjamin makanan yang diterima siswa benar-benar sehat dan higienis.










