JUBIRTVNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan penataan ulang kewenangan pengelolaan Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, disepakati bahwa tanggung jawab pengelolaan ikon baru tersebut kini dialihkan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Rapat yang berlangsung di Aula Pendopo Sukabumi pada Rabu (7/1/2026) ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan ruang publik tersebut berjalan sesuai fungsinya. Sekda Ade Suryaman menegaskan, meskipun otoritas fisik dan manajerial kini berada di bawah kendali Disperkim, aspek kebersihan area tetap menjadi tanggung jawab DLH.
“Pengelolaannya dikembalikan ke Perkim sesuai fungsinya, namun untuk urusan kebersihan tetap diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelas Ade Suryaman dikutip dari akun medsos Prokompim Pemkab Sukabumi.
Langkah ini diambil untuk memperjelas pembagian tugas antarinstansi. Dengan penataan ulang ini, pemerintah berharap perawatan fasilitas dan estetika Alun-alun Gadobangkong dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Alun-alun Gadobangkong merupakan salah satu proyek strategis hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui skema hibah pembangunan dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Destinasi yang terletak di pesisir Palabuhanratu ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1,3 hektare.
Area yang dulunya merupakan kawasan permukiman dan bekas dermaga tua ini kini bertransformasi menjadi ruang publik modern dengan konsep open space. Beberapa fasilitas unggulannya meliputi:
- Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan area jogging track.
- Plaza utama yang menghadap langsung ke Teluk Palabuhanratu.
- Area kuliner dan amphitheatre untuk kegiatan seni budaya.
- Ikon landmark yang menjadi titik favorit wisatawan untuk berswafoto (selfie) saat matahari terbenam (sunset).
Pembangunan alun-alun ini awalnya dimaksudkan untuk menata wajah ibu kota Kabupaten Sukabumi agar lebih rapi serta mendongkrak sektor pariwisata di kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.










